THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA INSTAGRAM ON THE LIFESTYLE OF FEBI UINAM STUDENTS
ABSTRAK
Tujuan
penelitian ini untuk untuk mengetahui sejauh
Instagram dapat berpengaruh
terhadap mahasiswa(i) UIN Alauddin Makassar terkhususnya di FEBI. Instagram
merupakan sebuah media komunikasi yang memiliki banyak penggunanya yang
didominasi oleh para remaja. Saat ini instagram sudah menjadi salah satu faktor
perubahan gaya hidup . Perubahan gaya hidup ini tidak selamanya positif karena sebagian
pengguna ada yang terpengaruh ke arah negatif. Perubahan ini terjadi tergantung
bagaimana cara pakai masing-masing individu dalam menggunakan Instagram.Untuk
mengetahui sebesar apa pengaruh penggunaan instagram dikalangan remaja terhadap
gaya hidup . Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif metode
deskriptif dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk memperoleh data yang
akurat. Subjek dari penelitian ini adalah remaja yang aktif menggunakan
instagram dengan usia 17-25 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa
pengguna instagram dikalangan remaja memiliki pengaruh terhadap gaya hidup .
Perubahan ini ada yang membawa ke arah yang lebih baik dan ada juga yang
membawa ke arah yang buruk. Perubahan tersebut terjadi karena adanya dorongan
dari diri sendiri untuk melakukan suatu hal akibat dari melihat suatu postingan
di instagram.
Kata Kunci : Gaya Hidup,
Instagram, Mahasiswa.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang semakin canggih memberikan
suatu perubahan besar dalam komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat di era
modern.[1]
Perkembangan teknologi berarti dari masa ke masa teknologi terus berkembang ke
arah yang lebih canggih. Perkembangan ini didasarkan dari inovasi dan
kreativitas manusia. Komunikasi hanya efektif apabila pesan yang disampaikan
dapat ditafsirkan sama oleh penerima
pesan tersebut. Semakin canggihnya teknologi komunikasi yang berkembang, secara
perlahan teknologi lama mulai ditinggalkan. Bagi masyarakat modern, kini kehadiran
teknologi komunikasi dianggap sangat penting karena pada saat ini teknologi
komunikasi pada masyarakat modern disebut dengan media baru (new media), yaitu
suatu alat sebagai sarana komunikasi yang dimana saling berinteraksi,
berpendapat, bertukar informasi, mengetahui berita melalui jaringan internet
serta informasinya selalu terbaru secara kilat dan juga lebih efisien ringkas
memberikan informasi kepada pembaca atau khalayaknya Remaja.
Penggunan instagram tentunya dapat mempengaruhi sikap
dan perilaku seseorang. Ada yang berubah menjadi seseorang yang lebih kreatif,
tampil menarik, ada juga yang selalu memamerkan barang-barang yang ia punya,
seolah-olah instagram sudah menjadi tempat untuk berkompetisi. Gaya hidup pada
remaja saat ini lebih ingin mendapatkan pengakuan dari dunia maya dibandingkan
di dunia nyata. Banyak dari mereka memposting foto atau video hanya untuk
mendapatkan like dan komentar dari orang lain di media sosial.[2]
Pengguna dapat memilih media mana yang ingin digunakan
sesuai dengan kebutuhannya. Keberadaan media sosial telah menjadi bagian
presentasi diri penggunanya. Pengguna media sosial memanfaatkan medium ini
sebagai bagian pengungkapan diri, maupun pemikirannya.Para pelaku komunikasi
melakukan percakapan sendiri sebagai bagian dari proses interaksi.Media sosial
sudah menjadi sarana komunikasi bagi masyarakat dengan teman, sahabat, keluarga
dan lainnya. remaja juga memiliki keingintahuan yang sangat tinggi, mereka akan
mencoba suatu hal yang dianggapnya menarik. Dalam proses ini peran orang tua
atau orang dewasa sangat dibutuhkan untuk membimbing para kaum remaja agar
lebih baik lagi karena bagaimanapun juga remaja adalah masa depan bangsa.[3]
METODE PENELITIAN
Dalam melakukan penelitian, penulis telah melakukan penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif metode
deskriptif. Metode ini dipilih karena digunakan untuk menyelidiki, menemukan,
menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social
yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan
kuantitatif (Saryono, 2010). [4]
Metode deskriptif adalah suatu pencarian fakta yang
menggunakan interprestasi yang tepat. Dalam penelitian ini mempelajari mengenai
masalah-masalah yang ada didalam lingkungan masyarakat serta tata cara yang
digunakan dalam masyarakat di dalam situasi-situasi tertentu. (Whitne, 1960).[5]
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik
wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Yang dimaksud dengan wawancara yaitu
:
a. Proses tanya jawab dimana dua orang atau untuk
mengetahui tanggapan dan motivasi seseorang terhadap suatu objek.
b. Wawancara dapat pula dipakai sebagai cara
mengumpulkan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan
sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil dari penelitian, rata-rata
penggunaan instagram bagi para remaja berusia 17-25 tahun hanyalah satu jam.Hal
ini dapat di buktikan dari diagram di
bawah ini :

![]()
Gambar
1. Jumlah waktu menggunakan instagram
Berdasarkan
data tersebut ternyata rata-rata penggunaan instagram dari segi waktu sudah
bisa dikatakan baik, karena dalam penggunaanya mereka tidak terlalu banyak
menghabiskan waktu dalam bermain instagram. Namun ada pula yang mampu menghabiskan
waktu untuk bermain instagram melebihi 5 jam. Dengan waktu yang selama itu
biasanya mereka gunakan hanya untuk melihat banyak konten seperti melihat
instastory, foto, video, mencari informasi sampai melakukan transaksi jual beli.[6]
Dengan menggunakan instagram baik dengan waktu yang
lama maupun sebentar tentunya memiliki pengaruh terhadap penggunanya. Media sosial
merupakan sebuah media yang dapat dengan mudah diakses oleh siapapun dan
kapanpun, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa media sosial akan
berpengaruh terhadap perubahan gaya hidup remaja.[7]
Beberapa media
sosial yang dimiliki kalangan remaja di UIN Alauddin Makassar terkhususnya di fakultas FEBI yaitu Instagram.
Perubahan gaya hidup yang dialami dapat terjadi karena remaja tersebut
terpengaruh oleh apa yang dilihatnya di media sosial. Perkembangan tren yang
beredar di Instagram membuat remaja ingin mengikuti dan merubah cara
berpakaiannya. Ia juga merasa bahwa dirinya harus selalu mengikuti segala
sesuatu yang sedang tren di media sosial. Jika tidak mengikutinya, ia akan
merasa ketinggalan jaman dan tertinggal dari teman-teman lainnya yang juga
aktif dalam bermedia sosial. Sebagian
mengatakan bahwa mereka tidak pernah meniru atau terpengaruh oleh apa
yang mereka lihat di media sosial. Artinya, tidak semua remaja dapat
terpengaruh oleh media sosial dalam perubahan gaya hidupnya. Seperti yang
dikatakan oleh informan Paul, ia menggunakan media sosial hanya sebagai media
untuk hiburan saja, tidak sampai berpengaruh ke dalam perubahan gaya hidupnya.[8]
Hal yang sama
dikatakan oleh informan Ghaitsa. Ia menggunakan media sosial secukupnya,
sebagai sarana komunikasi dan hiburan saja. Ia tidak sampai ke tahap kecanduan
bermain media sosial atau sampai meniru apa yang ia lihat di media sosial
tersebut. Yang dilakukan oleh informan Ghaitsa dan Paul tidak dapat dikatakan
sebagai sesuatu yang memicu terjadinya perubahan gaya hidup pada diri mereka.
Karena informan tidak menirukan apa yang dilihatnya di media sosial.[9] Untuk
lebih jelas penggunaan Instagram apa saja yang digunakan dapat dilihat dari
gambar diagram di bawah ini.

Gambar
2. Jenis Penggunaan Instagram 17-25 tahun hanyalah satu jam. Hal ini dapat
dibuktikan dari diagram di bawah ini.
Dalam penggunaan instagram tentunya memiliki dampak
negatif dan positif tergantung masing-masing penggunanya. Dampak negatif dari
penggunaan yang dilakukan oleh remaja ini adalah Sifat hedonisme atau
menghambur-hamburkan uang ini biasa mereka lakukan dengan cara nongkrong di
suatu tempat seperti cafe, warung kopi, dll. Selain itu remaja yang menggunakan
instagram sering terpengaruh dengan apa yang mereka lihat, seperti melihat suatu
tempat wisata yang menarik, estetis, dan instagramable biasanya mereka langsung
tertarik dan ingin seger atraveling atau jalan jalan mengunjungi tempat
tersebut. Kebanyakan dari mereka mengatakan hal itu terjadi karena adanya
keinginan untuk melakukannya akibat dari apa yang mereka lihat di instagram,
sehingga mereka terpengaruh dan mengikutinya.[10]
Selain itu sifat menghambur-hamburkan uang akibat dari
pengaruh penggunaan instagram yaitu membeli suatu produk yang mereka lihat.
Produk yang biasa mereka beli ini akibat dari promosi yang dilakukan oleh
artis, selebgram, influencer, dll. Kebanyakan produk yang mereka beli berupa
produk kecantikam, fashion, dan makanan. Beberapa remaja yang telah mengisi
survey mengatakan bahwa harga yang dipromosikan tersebut harganya murah dan
tidak ada di toko offline. Adapula remaja yang mengatakan mereka membeli produk
tersebut karena menarik perhatian dan memutuskan untuk beli.Adapun masalah
mengenai sosialisasi yaitu Interaksi tatap muka cenderung menurun, maksudnya
menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, membuat orang-orang
menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi,
rentan terhadap pengaruh buruk orang lain.[11]
Pengaruh positif penggunaan instgram saat ini ternyata
banyak manfaatnya. Remaja saat ini memanfaatkan post feed instagram sebagai
konten foto dan video, hal itu tentunya membuat remaja menjadi semakin kreatif
di bidang fotografi, videografi, editing, copywriter, dll. Kreatifitas remaja
dalam membuat konten instagram memiliki tujuannya masing-masing seperti
mempercantik halaman profile agar terlihat estetis, mempengaruhi orang lain
untuk mengikuti dirinya, menyebarkan informasi maupun edukasi kepada para
pengikutnya, dan mengasah kemampuan yang mereka miliki agar terus berkembang.
Pengaruh positif lainnya yaitu terhadap penampilan remaja saat ini, beberapa
remaja mengatakan mereka menggunakan instagram untuk mencari referensi fashion
sehingga bisa mengetahui penampilan atau outfit seperti apa yang lebih bisa mix
and matchdengan dirinya sendiri, sehingga mereka bisa tampil lebih percaya
diri. Selain itu remaja lain mengatakan bahwa mereka menggunakan instagram
untuk mencari motivasi dengan cara mencari postingan yang bermanfaat seperti
postingan yang berkaitan dengan pendidikan sehingga bisa meningkatkan rasa
semangat dan rajin dalam melakukan aktivitas belajar. Dan juga memudahkan kita
untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu
bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran
informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah.[12]
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
media sosial Instagram dapat mempengaruhi sesorang . Pengaruh yang terjadi tentunya berbeda-beda
tergantung bagaimana cara pakai instagram oleh penggunanya. Penggunaan
instagram bagi remaja saat ini membawa dua pengaruh yang berbeda yaitu pengaruh
positif dan pengaruh negatif.
Pengaruh positif yang terjadi dikalangan remaja yaitu
mereka menjadi lebih kreatif dalam membuat suatu konten,bisa jadi media untuk
mendorong produktivitas ekonomi dengan di buatnya online shop atau tokoh produk
online,dapat bersosialisasi di dunia maya dan juga mendapatkan informasi lebih
mudah mengenai pengetahuan, beasiswa,seminar dan lomba.
Adapun pengaruh negatif yang terjadi diantaranya yaitu
dapat membuat orang mudah terpengaruh dengan apa yang mereka lihat,dapat
membuat remaja kecanduan hingga malas belajar karena terlalu asik bermain
Instagram, mengikuti gaya hidup orang
lain. Melanggar etika bermedia sosial yang pernah terjadi oleh remaja ini
adalah dengan berkomentar jahat, mengambil karya orang lain, menyebarkan karya
orang lain tanpa mencantumkan sumbernya, menyebarkan berita yang tidak benar
atau hoax yang dapat menimbulkan banyak masalah dan menyebabkan remaja percaya
dan terhasul oleh berita hoax tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Rifqi Agianto, Anggi Setiawati 1, Ricky
Firmansyah 2 .(2020 Desember 2) PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
TERHADAP GAYA HIDUP DAN ETIKA REMAJA.
https://jurnal.plb.ac.id/index.php/tematik/article/view/461
Elsa Puji Juwita1, Dasim Budimansyah2,
Siti Nurbayani 3 (2021) PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA
SMA NEGERI 5 BANDUNG
https://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/article/view/1513
Shalika Fajrin Triananda1, Dinie Anggraeni Dewi2,
Yayang Furi Furnamasari3 (2021)
PERANAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP REMAJA
https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/2428
[1] Elsa Puji Juwita, Dasim Budimansyah, and Siti
Nurbayani, “Peran Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Siswa,” Sosietas 5, no. 1 (2015),
https://doi.org/10.17509/sosietas.v5i1.1513.
[2] Juwita, Budimansyah, and Nurbayani.
[3] Rifqi Agianto, Anggi Setiawati, and Ricky Firmansyah,
“Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Gaya Hidup Dan Etika Remaja,” TEMATIK - Jurnal Teknologi Informasi Dan
Komunikasi 7, no. 2 SE-Articles (2020): 130–39,
https://jurnal.plb.ac.id/index.php/tematik/article/view/461.
[4] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
[5] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
[6] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
[7] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
[8] Shalika Fajrin Triananda, Dinie Anggraeni Dewi, and
Yayang Furi Furnamasari, “Peranan Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Remaja,” Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. 3
(2021): 9106–10.
[9] Triananda, Dewi, and Furnamasari.
[10] Agianto, Setiawati, and Firmansyah, “Pengaruh Media
Sosial Instagram Terhadap Gaya Hidup Dan Etika Remaja.”
[11] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
[12] Agianto, Setiawati, and Firmansyah.
Ashey yuniar,sulpiani, Afiq arfan - Ekonomi Islam 2022
(Hasil Kelas KTI)
Komentar
Posting Komentar