Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Manajemen Konflik

      Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Dalam sebuah organisai, pekerjaan individual maupun sekelompok pekerja saling terkait dengan pekerjaan pihak-pihak lain. Ketika suatu konflik muncul di dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pula ketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam. manajemen konflik adalah sebuah pendekatan yang dilakukan serta diarahkan untuk komunikasi dengan pelaku konflik.Yang mana pelaku konflik dapat memengaruhi kepentingan bersama suatu organisasi Salah satu persoalan yang sering muncul selama berlangsungnya perubahan didalam organisasi a...

Manajemen Konflik

            Salah satu persoalan yang sering muncul selama berlangsungnya perubahan didalam organisasi adalah adanya konflik antara anggota atau antar kelompok. Salah satu penyebab timbulnya konflik adalah adanya penolakan terhadap perubahan. Konflik tidak hanya harus diterima dan dikelola dengan baik tetapi juga harus di dorong, karena konflik merupakan kekuatan untuk mendatangkan perubahan dan kemajuan dalam lembaga. Dalam suatu organisasi yang menjalankan aktivitas secara baik dikarenakan unsur-unsur pendukung bekerja secara terpadu dimungkinkan terjadinya konflik, karena didalam suatu organisasi terdapat berbagai perilaku orang yang berbeda-beda. Konflik yang terjadi pada suatu organisasi karena perilaku manusia sebagai sumber daya manusia akan berpengaruh pada efektifitas organisasi, karena itu setiap konflik yang terjadi diharapkan dapat diselesaikan melalui manajemen konflik.             Setiap...

Teknik Lobi Dalam Pembentukan Panitia Di Dalam Lembaga

Manusia merupakan makhluk yang cerdas,disiplin,jujur, sabar dan bertanggung jawab. Namun tidak semua manusia memiliki sifat tersebut, ada beberapa sebagian manusia yang kurang cerdas, kurang disiplin, tidak jujur, tidak sabaran serta tidak bertanggung jawab. Kondisi seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi namun bisa menjadi salah satu sumber penyebab adanya masalah, dikarenakan adanya perbedaaan pendapat dalam mendapat tanggapan dan penyelesaian persoalan. Dalam lingkungan kehidupan organisasi kemasyarakatan, baik sosial, ekonomi, maupun politik, upaya untuk mencapai sasaran dengan menggunakan kekerasan, sudah bukan waktunya lagi namun dengan menggunakan strategi yaitu dengan teknik lobi dan negosiasi. Bahkan dalam menyelesaikan suatu perbedaan atau pertentangan maupun perbedaan kepentingan diperlukan musyawarah atau diskusi melalui lobi dan negosiasi, meskipun ada kalanya berlangsung alot dan membutuhkan waktu yang lama. Seringkali orang awam akan menangkap kesan bahwa lobi...

Lobbying

Pendahuluan Menurut kamus Webster, Lobby atau Lobbying berarti: Melakukan aktivitas yang bertujuan mempengaruhi pegawai umum dan khususnya anggota legislatif dalam pembuatan peraturan. Menurut Advanced English & ndash; Indonesia Dictionary, Lobby atau Lobbying berarti: Orang atau kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi anggota Parlemen. Sedangkan Lobbyist berarti: Orang yang mencoba mempengaruhi pembuat undang-undang;. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Melobi ialah melakukan pendekatan secara tidak resmi, sedangkan pelobian adalah bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pimpinan politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang. Dalam tulisan ini istilah lobby atau Lobbying di Indonesia-kan menjadi Lobi, sedangkan istilah lobbyist di Indonesia-kan menjadi Pelobi, yaitu orang yang melakukan Lobi. Beberapa definisi tentang lobi:   1. Menurut...

DINAMIKA KELOMPOK

          PENDAHULUAN Dinamika kelompok atau group dynamic, muncul di Jerman pada menjelang tahun 1940-an, diilhami oleh teori kekuatan medan yang terjadi di dalam sebuah kelompok, akibat dari proses interaksi antar anggota kelompok. Teori ini dikembangkan oleh ahli-ahli psikologi Jerman penganut aliran gestalt psycology. Salah seorang tokohnya adalah Kurt Lewin yang terkenal dengan Force-Field Theory. Mereka melihat sebuah kelompok sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan sebagai kumpulan individu-individu yang terlepas satu sama lain. Kesatuan ini muncul sebagai resultan dari adanya gaya tarik menarik yang kuat diantara unsur-unsur yang terlibat di dalamnya. Unsur-unsurnya adalah manusia yang ada dalam organisasi, yang masing-masing bertindak sebagai ego, dengan gaya-gaya tertentu, sehingga terjadilah saling tarik menarik, yang akhirnya menghasilkan resultan gaya yang kemudian menjadi kekuatan kelompok. [1] Dinamika merupakan suatu pola atau proses pertumbuh...