Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Momentum hari Buruh, Merefleksi nasib Buruh Tani di tengah pandemi COVID-19

Momentum hari Buruh, Merefleksi nasib Buruh Tani di tengah pandemi COVID-19 Azhar Prayoga M. 1 Mei 2020 Pertanian adalah salah satu aktivitas manusia paling lama di bumi. Orang-orang melakukannya untuk berbagai macam tujuan, namun tujuan paling utama dari itu semua tidak lain hanya untuk bertahan hidup. Tidak ada kegiatan pertanian, manusia bisa saja punah. Sangking pentingnya bahasan pertanian, ia mampu dikaji dari berbagai macam sudut pandang keilmuan baik dari Ekonomi, sains, seni, sosial, hingga bahasa. Pertanian dalam bahasa arab disebut filāḥah yang pemaknaannya lebih luas daripada az-zirā’ah. Filāḥah tidak hanya bermakna bercocok tanam, namun lebih jauh dari itu, yakni mengelola tanah atau hal-hal lain yang melingkupi kegiatan tersebut. Buruh tani dapat dikatakan sebagai pelaku pertanian atau dalam bahasa arab disebut ‘al-fallāḥ. Ismail al-Faruqi bahkan menggunakan sebutan falāḥ atau menumbuhkan vegetasi dari bumi sebagai istilah yang sinkron dengan pertanian (dalam Makalah ...

Wajah penindasan bertopengkan UKT

Wajah penindasan bertopengkan UKT. UKT adalah singkatan dari Uang Kuliah Tunggal, yang merupakan sebuah sistem pembayaran yang saat ini berlaku untuk seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia . Ketentuan ini diberlakukan berdasarkan Permendikbud No. 55 Tahun 2013 pasal 1 ayat 3, yakni setiap mahasiswa hanya membayar satu komponen saja per semester. kemudian ada istilah BKT atau Biaya kuliah tunggal. Nah apa itu Biaya kuliah tunggal? BKT atau yang disebut Biaya Kuliah Tunggal merupakan biaya keseluruhan operasional keseluruhan per mahasiswa setiap semesternya pada setiap program studi. Mengingat BKT yang terbilang cukup mahal, pemerintah memberikan bantuan operasional kepada setiap PTN dalam proses belajar mengajar yang disebut BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Jadi UKT merupakan hasil dari BKT yang dikurangi BOPTN. UKT = BKT – BOPTN. Bahkan lahirnyaa UKT ini tidaklah melainkan hanya untuk meminimalisir  kondisi ekonomi keluarga yang berada dikala...

Ekonomi islam bukan sekedar label agama

Ekonomi islam bukan sekedar label agama Kini, ekonomi islam ramai jadi perbincangan sebagai suatu sistem ekonomi baru, solusi, opsi diantara dua sistem ekonomi raksasa, kapitalisme dan sosialisme. Entah muncul karena apa, mungkin sebagai sintesa dari kapitalisme dan sosialisme atau pembangunan kembali peradaban islam dibidang ekonomi lewat pengumpulan puing-puing kebijakan ekonomi masa Rasulullah Saw, Sahabat, dan khilafah sesudahnya yang menghadapi problem ekonomi berbeda. Menariknya,  ekonomi islam kini hadir mengisi berbagai perbincangan akademis, akan tetapi dibeberapa lini sebut saja pengamat kebijakan ekonomi, aktivis, akademisi ekonomi dibeberapa dunia khususnya Indonesia tidak menjadikan ekonomi islam sebagai alat bedah terhadap kebijakan ekonomi nasional, hanya pada perdebatan kapitalisme dan sosialisme (yang menurut beberapa pakar sejalan dengan sistem ekonomi kerakyatan). Lazimnya kita akan melihat perbincangan publik terkait ekonomi islam ditataran agamawan sepe...

Ketika Tuhan Mengusirmu

Ketika Tuhan Mengusirmu Kali ini, Tuhan mengusirmu Dari cafee-cafee dan keramaian Dari diskotik dan pusat-pusat hiburan Bahkan dihalaunya kalian Dari rumah-rumah Yang kau anggap suci Padahal itu semua gelap Sunyi! “Bubar kalian semua, Bubar!” Kali ini, Tuhan berbicara Dalam bahasa Corona: “Apa yang kalian cari, Tidak ada diluar sana Tidak ada dalam gaduh dunia Tidak ada dalam parade agama Penyakit! Ilah yang kau maksud Ada di teduh rumah Bahagia yang kau tuntut Lebih dekat dari urat leher” Wanahnu aqrabu ilaihi Min hablil warid! – Qaf: 16 Kawan, Ketika Tuhan mengusirmu Ia ingin engkau kembali Pulanglah Kurung dirimu Bertasbihlah! ___________________ Oleh Said Muniruddin

Virus Corona dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Ekonomi Politik Negara

V irus Corona dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Ekonomi Politik Negara Oleh : Azhar Prayoga M. dan Aiman Sabar Rezeky Sungguminasa, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia Ketika pada akhirnya penyebaran Virus Corona melanda beberapa negara, semua negara panik. Bukan karena kawatir atas virus corona, tetapi lebih pada dampak kerusakan ekonomi akibat adanya virus corona itu. Bursa saham jatuh, pabrik menurunkan produksinya bahkan ada yang tutup, PHK terjadi dimana mana, bisnis pusat wisata terancam gulung tikar karena sepi wisatawan, bandara sepi., suasana mencekam terbentuk akibat pemberitaan hoax terhadap Corona. Arab kehilangan pendapatan dari wisatawan Haji, ibadah haji sebagai simbol agama samawi terancam runtuh. Mereka juga kehilangan pendapatan dari ekspor migas, karena 2/3 pembeli migas Arab adalah China. Kepanikan ekonomi juga melahirkan krisis politik di Arab. Di AS juga terjadi kepanikan., banyak distributor yang gulung tikar karena kurang suplai barang dari Chi...

Ekonomi Pembangunan Dalam Perspektif Islam

Ekonomi Pembangunan Dalam Perspektif Islam Azhar Prayoga M. Pembangunan sebagai proses multidimensi yang menyangkut perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional, percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan kemiskinan. Setidaknya terdapat tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami arti pembangunan yang paling hakiki, yakni kecukupan, harga diri, dan kebebasan berkenaan arah kebijakan pembangunan ekonomi. Pusat dari ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Human. Human sebagai kapital dengan akal yang dimilikinya, dan juga sebagai khalifah diharapkan mampu untuk mengelola alam ini untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Dasar-dasar filosofis pembangunan ekonomi dalam Islam yaitu tauhid, khilafah, keadilan, dan tazkiyah. Kajian tentang pertumbuhan ( growth ) dan pembangunan ( development ) ekonomi dapat ditemukan dalam konsep e...

Covid – 19 Dan Tantangan Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Proses Belajar Ramah Kantong

Covid – 19 Dan Tantangan Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Proses Belajar Ramah Kantong Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membuat kenyataan-kenyataan baru, maka “Kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia." (Pramoedya Ananta Toer) Covid - 19 sebagai pandemi global membuat pemerintah harus menciptakan kebijakan yang mempersempit ruang sosialisasi antara masyarakat. Guna mencegah penyebaran covid - 19. Ini kemudian berdampak, kepada seluruh sektor tidak terkecuali sektor pendidikan tinggi. Mahasiswa selalu dijadikan objek dalam sistem perguruan tinggi. dalam hal setiap kebijakan negara maupun kampus, dan itu harus diterima. Terbukti dari surat edaran Rektor UIN Alauddin Makassar dengan Nomor: B-809/Un06.1/PP.00.09/03/2020 dengan beberapa point yang mengharuskan seluruh a...

KEWUHANAN YANG MAHA ESA*

*KEWUHANAN YANG MAHA ESA* Corona 35 Emha Ainun Nadjib 3 April 2020 _Inna lillahi wa inna ilaiHi roji’un_. Segala yang berasal dari Tuhan pada akhirnya akan kembali. Tetapi apa yang berasal dari Wuhan hampir tidak ada yang kembali ke Wuhan. Wuhan adalah tempat asal-usul, tapi bukan tempat kembali. Mungkin dari Wuhan virus Corona itu menemani tuan rumahnya hingga ke liang kubur. Tuhan menaburkan rahmat, Wuhan menggali perasaan untuk melaknat. Tuhan menanamkan nikmat, Wuhan menancapkan kesumat. Tuhan menyebarkan manfaat, Wuhan memancing kuwalat. Ketuhanan Yang Maha Esa. Kewuhanan Yang Maha Malapetaka. Tuhan menganugerahkan kekuatan, Wuhan memperluas kelemahan. Nabi Zakaria mengeluh kepada Allah: _“Qala Rabbi inni wahanal ‘adhmu minni wasta’alarra`su syaiban”_ padahal _“walam akun bidu’aiKa syaqiyya”_. Wahai Tuhan, badanku lemah, tulang-tulangku rapuh, dan aku tidak pernah ber-syakwasangka atau berputus asa apabila berdoa kepada-Mu. Tetapi, atau maka, Allah menganugerahkan kepada ...