Menelusuri Eksistensi Mahasiswa dan Pergolakan Sosial Politik dalam Film Gie
Film ini diangkat dari kisah hidup Soe Hok Gie, pemuda
keturunan China, yang dikenal sebagai aktivis dan penulis yang kritis pada
dekade 1960-an. Beliau biasa dikenal sebagai Gie. Ia memiliki sikap hidup yang berbeda
dengan orang kebanyakan. Ia merupakan orang yang jujur, lurus, tapi juga berani
dalam bersikap.
Sikapnya yang seperti itu membuatnya sulit diterima
lingkungannya. Menjelang dewasa pergulatan Gie lebih rumit lagi. Di kampus,
yang semestinya steril dari imbas pergulatan politik negara ternyata menjadi
ajang trik dan intrik politik partai yang ada.
Film yang disutradarai oleh Riri Riza tersebut dimulai dengan
menggambarkan karakter Gie yang tertutup, penuh dengan idealisme, dan
bersemangat untuk membawa perubahan. Gie bertemu dengan banyak teman sejawat,
salah satunya Mieke (Sita Nursanti), yang menjadi sosok penting dalam hidupnya.
Hubungan Gie dengan Mieke menggambarkan dilema antara idealisme dan cinta,
serta tantangan yang dihadapi oleh Gie dalam menjalani kehidupan pribadi dan
perjuangan politik.
Gie terkenal dengan pandangannya yang tajam dan keberaniannya
menentang pemerintahan yang otoriter. Di balik itu, ia juga seorang yang
melankolis, penuh keraguan, dan sering merasa terasingkan dari dunia sekitarnya.
Konflik-konflik yang dialami Gie dalam menghadapi tekanan sosial, politik, dan
kehidupan pribadinya menjadi inti dari film ini.
Film ini menyentuh soal pentingnya berpikir kritis terhadap
pemerintahan dan kekuasaan yang tiranik, serta pentingnya membela hak asasi
manusia dan kebebasan berekspresi. Selain itu film Gie memberikan penghormatan
kepada sosok Soe Hok Gie, yang meskipun tidak banyak dikenal di luar kalangan
aktivis, memiliki pengaruh besar dalam sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia.
Penulis : Fahril Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2023

Komentar
Posting Komentar