DINAMIKA KELOMPOK DALAM SUATU ORGANISASI
Pendahuluan
Dinamika merupakan suatu pola atau proses pertumbuhan, perubahan
atau perkembangan dari suatu bidang tertentu, atau suatu sistem ikatan yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi antara unsur yang satu dengan yang
lain, karena adanya pertalian yang langsung diantara unur-unsur tersebut.
Pengertian dinamika lebih menekankan pada gerakan yang timbul dari dalam
dirinya sendiri, artinya sumber geraknya berasal dari dalam kelompok itu
sendiri, bukan dari luar kelompok.[1]
Dinamika kelompok secara harfiah merupakan sebuah kata majemuk,
terdiri dari dinamika dan kelompok, yang menggambarkan adanya gerakan bersama
dari sekumpulan orang atau kelompok dalam melakukan aktivitas organisasi.
Dinamika kelompok adalah suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan
nilai-nilai kerjasama kelompok. Artinya metode dan proses dinamika kelompok ini
berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terjadi dari kumpulan
individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu
kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara pencapaian
berusaha yang disepakati bersama.[2]
Dinamika manusia dalam organisasi dapat dikaji berdasarkan tiga
tingkatan, yaitu: individu, kelompok dan organisasi. Perlunya memahami dinamika
kelompok karena beberapa alasan:
1.
Kelompok memberikan pengaruh terhadap individu
2.
Kelompok memberikan pengaruh kuat terhadap kelompok lain dalam
organisasi dan
3.
Dinamika kelompok mampu menjelaskan perilaku.[3]
Penerapan dinamika kelompok selama ini sering dipakai sebagai
pengantar dalam pelaksanaan suatu pelatihan. Fasilitator dalam suatu pelatihan
sering kali menggunakan prinsip atau berbagai permainan dinamika kelompok dalam
berbagai pelatihan. Dinamika kelompok disini tidak dipandang sebagai cara
perkenalan dalam arti yang sempit. Tetapi digunakan untuk menunjang
keberhasilan dari suatu pelatihan itu sendiri. Pada prakteknya ada fasilitator
yang belum memahami secara utuh mengenai dinamika kelompok, baik sebagai sarana
penunjang proses pembelajaran selama pelatihan berlangsung maupun kaitannya
dengan upaya untuk mencapai tujuan pelatihan yang diharapkan.[4]
Dinamika kelompok sebagai suatu
metode dan proses, merupakan salah satu alat manajemen untuk menghasilkan
kerjasama kelompok yang optimal, agar pengelolaan organisasi menjadi lebih
efektif, efesien dan produktif. Sebagai metode, dinamika kelompok membuat
setiap anggota kelompok semakin menyadari siapa dirinya dan siapa orang lain
yang hadir bersamanya dalam kelompok dalam segala kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Kesadaran semacam ini perlu diciptakan karena kelompok atau
organisasi akan menjadi efektif apabila memiliki satu tujuan, satu cara
tertentu untuk mencapai tujuan yang diciptakan atau disepakati bersama dengan
melibatkan semua individu anggota kelompok tersebut sesuai dengan kemampuannya
masing-masing.[5]
Sebagai suatu proses, dinamika
kelompok berupaya menciptakan situasi sedemikian rupa, sehingga membuat seluruh
anggota kelompok merasa terlibat secara aktif dalam setiap tahap perkembangan
atau pertumbuhan kelompok, agar setiap orang merasakan dirinya sebgai bagian
dari kelompok dan bukan orang asing. Dengan demikian diharapkan bahwa dalam
setiap individu dalam organisasi merasa turut bertanggung jawab secara penuh
terhadap mencapai tujuan organisasi yang lebih luas.[6]
Argumentasi
Dinamika merupakan tingkah laku anggota satu dengan lainnya
langsung saling mempengaruhi secara timbal balik. Atau proses berlangsungnya
interaksi dan interpedensi antara anggota kelompok yang satu dengan yang lain,
anggota dengan anggota keseluruhan. Keadaan ini terjadi selama semangat
kelompok terus menerus berada dalam kelompok itu. kelompok tersebut selalu bersifat dinamis dimana setiap
saat kelompok bersangkutan dapat berubah.
Dinamika kelompok adalah penguraian
dari berbagai situasi dan kondisi suatu kelompok yang teratur dari beberapa
individu yang mempunyai hubungan psikilogis secara timbal balik dan nampak
jelas antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Dinamika kelompok yang
dimaksud disini adalah dimana salah satu orang dalam suatu kelompok itu
dipengaruhi oleh orang-orang sekitarnya sehingga ada perubahan perilaku yng
dimiliki orang tersebut karena orang sekitar.
Berbicara masalah dinamika
organisasi tidak terlepas dari bagaimana cara organisasi dalam melihat hal-hal
yang baik maupun buruk yang mempengaruhi kinerja organisasi. Dimana diketahui
banyaknya individu yang saling berinteraksi berpotensi melahirkan berbagai
macam konflik. Kohesivitas antar individu seringkali menjadi masalah yang
serius semisal saat memiliki hubungan emosional yang dalam dan hubungan
emosional yang kurang sama-sama dapat menimbulkan dampak negatif. Dinamika
kelompok lahir karena adanya perbedaan-perbedaan dari dalam jiwa individu dalam
suatu organisasi. Perbedaan ini ketika tidak ditangani dengan baik akan
menyebabkan pertentangan yang menimbulkan konflik, seperti perbedaan pendapat
antara indinvidu dalam suatu organisasi. Perbedaan pendapat ini jika tidak
ditangani dengan cepat bisa berlangsung dalam jangka panjang. Oleh sebab itu
penting adanya orang ketiga untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dinamika
kelompok adalah suatu kondisi atau situasi kelompok yang menyangkut persoalan
aspek psikologis insividu dalam berperilaku di suatu organisasi. hubungan antar
induvidu sangat menentukan dinamika suatu kelompok, karenanya perlu adanya
suatu kegiatan-kegiatan yang mampu membangun hubungan emosional antar induvidu
yang kemudian diharapkan munculnya
loyalitas terhadap lembaga yang telah mewadahi atas hubungan emosional yg
terjalin di antara mereka.
Dalam suatu organisasi atau
kelompok, dinamika kelompok sertingkali timbul karena beberapa faktor, disini
saya akan mengangkat sebuah konteks yang sering terjadi dalam suatu kelompok,
yaitu persoalan social loafing (hambatan atau kemalasan sosial). Kemalasan
sosial dapat disebabkan karena beberapa faktor, yaitu :
1.
Pembagian tugas dan penilaian tugas yang tidak jelas
2.
Ketidak mampuan dalam mengobservasi kontribusi induvidu terhdap
perilaku
3.
Bekerja dalam kelompok yang jumlahnya besar
4.
Merasa kurang dihargai kontribusinya
5.
Komunikasi tidak lancar
Adapun tipe
sosial loafing yaitu:
1.
Free-Rider Effect: kadang-kadang, satu atau lebih anggota bersikap
santai terhadap tujuan kelompok, merasa bahwa kontribusi mereka pada tugas
tidak terlalu penting.
2.
Sucket Effect: anggota merasa demotivasi, stress karena pekerjaan
overload akibat efek free-Rider Effect.
Adapun dampak
yang akan dihasilkan dari sicial loafing yaitu :
1.
Menggambarkan hal negatif dalam kelompok
2.
Menghambat perkembangan organisasi
3.
Menyebabkan pemborosan sumber daya
4.
Menjadikan semangat individu yang buruk
5.
Mempengaruhi pengambilan keputusan
6.
Mengakibatkan penurunan motivasi anggota yang bekerja
Adapun
langkah yang dapat di tempuh untuk mengurangi kemalasan sosial dalam kelompok
yaitu :
1.
Induvidu bekerja dalam kelompok kecil
2.
Tugas yang diamanahkan harus dianggap penting
3.
Bekerja dengan orang yang di hargai
4.
Persepsi bahwa kontribusi mereka pada organisasi unik dan penting
5.
Memperkirakan pekerjaan teman meraka buruk
6.
Budaya yang menekangkan usaha dan hasil individual daripada
kelompok.
Simpulan
Dinamika merupakan tingkah laku anggota satu dengan lainnya
langsung saling mempengaruhi secara timbal balik. Atau proses berlangsungnya
interaksi dan interpedensi antara anggota kelompok yang satu dengan yang lain,
anggota dengan anggota keseluruhan. Keadaan ini terjadi selama semangat
kelompok terus menerus berada dalam kelompok itu. kelompok tersebut selalu bersifat dinamis dimana
setiap saat kelompok bersangkutan dapat berubah.
Dinamika kelompok adalah penguraian
dari berbagai situasi dan kondisi suatu kelompok yang teratur dari beberapa
individu yang mempunyai hubungan psikilogis secara timbal balik dan nampak
jelas antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Dinamika kelompok yang
dimaksud disini adalah dimana salah satu orang dalam suatu kelompok itu
dipengaruhi oleh orang-orang sekitarnya sehingga ada perubahan perilaku yng
dimiliki orang tersebut karena orang sekitar.
Dalam suatu organisasi atau
kelompok, dinamika kelompok sertingkali timbul karena beberapa faktor, disini
saya akan mengangkat sebuah konteks yang sering terjadi dalam suatu kelompok,
yaitu persoalan social loafing (hambatan atau kemalasan sosial). Kemalasan
sosial dapat disebabkan karena beberapa faktor, yaitu : Pembagian tugas dan
penilaian tugas yang tidak jelas, Ketidakmampuan dalam mengobservasi kontribusi
induvidu terhdap perilaku, Bekerja dalam kelompok yang jumlahnya besar, Merasa kurang
dihargai kontribusinya, Komunikasi tidak lancar.
Penulis :Adriani ( Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2019)
[1] Andi mascunra amir,2009. Penerapan Dinamika Kelompok. (Jurnal
Academika) Vol.1, No.1 hal. 12
[2] Munir B,2007. Dinamika Kelompok, Jakarta : Bumi Aksara hal.9
[3] Muhammad anggung manumanoso prasetyo,2018. Peranan Perilaku Organisasi
dan Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Produktifitas Output Pendidikan.
(Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol.2, No.1 hal. 86.
[4] Nasrullah nazsir,2008. Dinamika Kelompok dan Kepemimpinan dalam
Penelitian, Analisa Teori dan Aplikasi dalam Penelitian. Bandung: Widya
Padjadjaran. Hal.49
[5] Sudarwan danim,2004. Motivasi, Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.Hal.58
[6] Ishak arep.2003. Manajemen Motivasi. Jakarta: Gramedia Widiasarana
Indonesia. Hal.107
Komentar
Posting Komentar