DINAMIKA KELOMPOK
PENDAHULUAN
Pada semua
Organisasi Khususnya Organisasi Kampus baik itu dalam lingkungan profit maupun
Nom-profit, Tentu tidak terlepas dari dinamika Kelompok. Setiap personil dalam
organisasi tersebut tentu tahu bahwa organisasi merupakan suatu ikatan atau
entitas social dari individu-individu yang memiliki tujuan bersama.
Dinamika
kelompok sebagai suatu metode dan proses, merupakan salah satu alat manajemen
untuk menghasilkan kerjasama kelompok yang optimal, agar pengelolaan organisasi
menjadi lebih efektif, efisien dan produktif. Sebagai metode, dinamika kelompok
membuat setiap anggota kelompok semakin menyadari siapa dirinya dan siapa orang
lain yang hadir bersamanya dalam kelompok dengan segala kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Kesadaran semacam ini perlu diciptakan karena
kelompok atau organisasi akan menjadi efektif apabila memiliki satu tujuan,
satu cara tertentu untuk mencapai tujuan yang diciptakan dan disepakati bersama
dengan melibatkan semua individu anggota kelompok tersebut sesuai dengan
kemampuannya masing-masing. Penerapan Dinamika Kelompok dapat dipakai sebagai
pengantar dalam pelaksanaan suatu organisasi.
Sebagai suatu
proses, dinamika kelompok berupaya menciptakan situasi sedemikian rupa,
sehingga membuat seluruh anggota kelompok merasa terlibat secara aktif dalam
setiap tahap perkembangan atau pertumbuhan kelompok, agar setiap orang
merasakan dirinya sebagai bagian dari kelompok dan bukan orang asing. Dengan
demikian diharapkan bahwa setiap individu dalam organisasi merasa turut
bertanggung jawab secara penuh terhadap pencapaian tujuan organisasi yang lebih
luas. Oleh karena itu, pemahaman tentang dinamika kelompok sangat diperlukan,
agar kita dapat membina kekuatan kolektif (collective power) di dalam
organisasi dengan cara-cara yang sehat. Sikapilah persaingan dengan hati yang
bening dan gunakan akal sehat.
·
ISI
Dinamika
kelompok atau group dynamic, muncul di Jerman pada menjelang tahun
1940-an, diilhami oleh teori kekuatan medan yang terjadi di dalam sebuah kelompok,
akibat dari proses interaksi antar anggota kelompok. Teori ini dikembangkan
oleh ahli-ahli psikologi Jerman penganut aliran gestalt psycology. Salah
seorang tokohnya adalah Kurt Lewin yang terkenal dengan Force-Field Theory.
Mereka melihat sebuah kelompok sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan sebagai
kumpulan individu-individu yang terlepas satu sama lain. Kesatuan ini muncul
sebagai resultan dari adanya gaya tarik menarik yang kuat diantara unsur-unsur
yang terlibat di dalamnya. Unsur-unsurnya adalah manusia yang ada dalam
organisasi, yang masing-masing bertindak sebagai ego, dengan gaya-gaya
tertentu, sehingga terjadilah saling tarik menarik, yang akhirnya menghasilkan
resultan gaya yang kemudian menjadi kekuatan kelompok. Kemampuan utama untuk
mendukung penerapan teori Lewin tersebut tergantung pada seberapa baik
organisasi menguatkan perilaku kelompok yang telah dipelajari dan disiapkan.
Dinamika
merupakan suatu pola atau proses pertumbuhan, perubahan atau perkembangan dari
suatu bidang tertentu, atau suatu sistem ikatan yang saling berhubungan dan
saling mempengaruhi antara unsur yang satu dengan yang lain, karena adanya
pertalian yang langsung diantara unsur-unsur tersebut. Pengertian dinamika ini
lebih menekankan pada gerakan yang timbul dari dalam dirinya sendiri, artinya
sumber geraknya berasal dari dalam kelompok itu sendiri, bukan dari luar
kelompok, diilhami oleh teori kekuatan medan yang terjadi di dalam sebuah
kelompok, akibat dari proses interaksi antar anggota kelompok.
Kelompok adalah
suatu kumpulan yang terdiri dari dua orang atau lebih, apabila memenuhi
kualifikasi yaitu keanggotaan yang jelas, adanya kesadaran kelompok, suatu
perasaan mengenai adanya kesamaan tujuan atau sasaran atau gagasan, saling
ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhankebutuhan, terjadinya interaksi
dan kemampuan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu yang telah disepakati.
Dinamika
Kelompok secara harfiyah merupakan sebuah kata majemuk, terdiri dari dinamika
dan kelompok, yang menggambarkan adanya gerakan bersama dari sekumpulan orang
atau kelompok dalam melakukan aktivitas organisasi.
Dinamika
Kelompok adalah suatu metoda dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai
kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini berusaha
menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari kumpulan
individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu
kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu normadan satu cara pencapaian
berusaha yang disepakati bersama.
Perilaku manusia
(di dalam organisasi) dapat dikaji berdasarkan tiga tingkatan, yaitu individu,
kelompok dan organisasi, yang masing-masing memiliki perspektif yang unik.
Memahami dinamika kelompok sangat penting untuk memahami perilaku organisasi.
Sebab, kelompok adalah bagian sentral dari kehidupan sehari-hari manusia dan
pada waktu-waktu tertentu tiap orang akan menjadi bagian (anggota) dari
kelompok-kelompok yang berbeda, seperti kelompok kerja, olah raga, organisasi
sosial, ikatan alumni, kegemaran dan sebagainya, Perlunya pemahaman akan
dinamika kelompok setidaknya didasari oleh tiga alasan. Pertama, kelompok dapat
memberikan pengaruh yang besar pada
individu. Sikap, nilai dan perilaku kita
sebagai pribadi banyak sekali dipengaruhi
oleh interaksi kita dengan anggota kelompok
yang lain terhadap organisasi kelompok
lain.
Hubungan psikologis yang nyata dan dinamika seperti tersebut di
atas akan terjadi dan tercapai dengan sendirinya orang-orang yang ada di dalam
kelompok tersebut bergaul secara intensif dalam kurun waktu yang cukup lama,
puluhan bahkan ratusan tahun, seperti yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
yang sesungguhnya dan interaksi dengan
orang lain merupakan hubungan yang dinamis, di suatu saat stabil namun di lain
waktu diwarnai oleh hal-hal yang tidak terduga. Selain dengan individu lain,
manusia juga berhubungan dengan lembaga, perusahaan, organisasi.
Ada Beberapa Masalah Dalam
Dinamika Kelompok Yaitu,
Kelompok terdiri dari
sejumlah orang dan (biasanya) dengan latar belakangnya yang berbeda-beda, maka
sangat mungkin di dalam kelompok itu ditemukan banyak masalah-masalah. Hal ini
perlu sekali mendapatkan perhatian. Diantara masalah-masalah tersebut yang
terpenting adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan.
Masalah kepemimpinan
sangat strategis sifatnya, karena dapat menentukan efektif tidaknya proses
kelompok. Tidak jarang, suatu kelompok menjadi buyar karena kesalahan memilih
pemimpin.
2. Pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah.
Pengambilan keputusan
dan pemecahan masalah, merupakan inti dari tugas atau misi kelompok.
Pengambilan keputusan kelompok di dalam praktik lebih banyak sulitnya daripada
mudahnya. Pengambilan keputusan kelompok secara umum telah diakui lebih baik
kualitasnya daripada keputusan yang individual.
3. Komunikasi.
Kelompok merupakan
kumpulan dari para individu yang berinteraksi satu sama lain, maka masalah
komunikasi memegang peranan yang sentral. Melalui komunikasi saling pengertian
diciptakan yang pada akhirnya akan memperkuat kohesi dan tercapainya
tujuan-tujuan kelompok.
4. Konflik.
Perbedaan
kepentingan dan harapan-harapan yang ada di dalam kelompok boleh jadi tidak
dapat dihindari. Hal ini akan dapat menjadi potensi konflik, sehingga sasaran
yang telah ditetapkan gagal dicapai, bahkan bisa membuyarkan kelompok itu sendiri.
Pemimpin dalam Dinamika Kelompok
Secara sosial psikologis kepemimpinan merupakan produk dari interaksi
sosial. Pada uraian dinamika kelompok telah diterangkan bagaimana proses
terbentuknya kepemimpinan dan juga telah digambarkan bahwa peranan pemimpin
dalam dinamika kelompok memegang arti besar. Oleh karena itu perlu kiranya
dijelaskan terlebih dahulu beberapa hal yang menyangkut seorang yang dinamakan
pemimpin dan kepemiminan itu.
Tiap organisasi yang
memerlukan kerjasama antar manusia dan menyadari bahwa masalah manusia yang
utama adalah masalah kepemimpinan. Kita melihat perkembangan dari kepemimpinan
pra ilmiah kepada kepemimpinan yang ilmiah. Dalam tingkatan ilmiah kepemimpinan
itu disandarkan kepada pengalaman intuisi, dan kecakapan praktis. Kepemimpinan
itu dipandang sebagai pembawaan seseorang sebagai anugerah Tuhan. Karena itu
dicarilah orang yang mempunyai sifat-sifat istimewa yang dipandang sebagai
syarat suksesnya seoran pemimpin.
Dalam tingkatan ilmiah
kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi, bukan sebagai kedudukan atau
pembawaan pribadi seseorang. Maka diadakanlah suatu analisa tentan unsur-unsur
dan fungsi yang dapat menjelaskan kepada kita, syarat-syarat apa yang
diperlukan agar pemimpin dapat bekerja secara efektif dalam situasi yang
berbeda-beda. Pandangan baru ini membawa pembahasan besar. Cara bekerja dan
sikap seorang pemimpin yang dipelajari.
Konsepsi baru tentang kepemimpinan melahirkan peranan baru yang harus dimainkan oleh seorang pemimpin. Titik berat beralihkan dari pemimpin sebagai orang yang membuat rencana, berfikir dan mengambil tanggung jawab untuk kelompok serta memberikan arah kepada orang-orang lain. Kepada anggapan, bahwa pemimpin itu pada tingkatan pertama adalah pelatih dan koordinator bagi kelompoknya. Fungsi yang utama adalah membantu kelompok untuk belajar memutuskan dan bekerja secara lebih efisien dalam peranannya sebagai pelatih seorang pemimpin dapat memberikan bantuan-bantuan yang khas yaitu :
1.
Pemimpin membantu akan
terciptanya suatu iklim sosial yang baik.
2.
Pemimpin membantu kelompok dalam
menetapkan prosedur-prosedur kerja.
3.
Pemimpim membantu kelompok untuk
mengorganisasi diri.
4.
Pemimpin bertanggung jawab dalam
mengambil keputusan sama dengan kelompok.
5. Pemimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman.
KESIMPULAN
Dinamika kelompok dalam berlembaga itu sangat penting karena
kita dapat memberikan solusi apa saja
yang terjadi dalam lembaga tersebut,baik itu hambatan sosial maupun hambatan
individu. Dengan memahami lebih dalam mengenai dinamika kelompok kita bisa
menyiapkan diri agar dapat saling mempercayai dengan yang lain, memiliki
keterbukaan,memiliki sikap tanggung jawab dan merasa dirinya bagian integral
dari lainnya. Ini semua dapat disiapkan melalui dinamika kelompok. Tingkat
kesiapan seseorang untuk memulai proses dalam organisasi ditentukan oleh
dinamika kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan organisasi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Irianto,Y.B. 2007.Modul 4.Dinamika
Kelompok Universitas Pendidikan Indonesia.Bandung.
Santosa,
S. 1993. Dinamika Kelompok, Jakarta: Bumi Aksara.
Sri
Murtini, Dra, MPA,Hj. Sri Ratna, Ir, MM; (2001), Dinamika Kelompok (Bahan
Ajar Diklat Prajabatan Golongan III), LAN RI, Jakarta
Komentar
Posting Komentar