Lobbying
Pendahuluan
Menurut
kamus Webster, Lobby atau Lobbying berarti: Melakukan aktivitas yang bertujuan
mempengaruhi pegawai umum dan khususnya anggota legislatif dalam pembuatan
peraturan. Menurut Advanced English & ndash; Indonesia Dictionary, Lobby
atau Lobbying berarti: Orang atau kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi
anggota Parlemen. Sedangkan Lobbyist berarti: Orang yang mencoba mempengaruhi
pembuat undang-undang;. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Melobi ialah
melakukan pendekatan secara tidak resmi, sedangkan pelobian adalah bentuk
partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk
menghubungi para pejabat pemerintah atau pimpinan politik dengan tujuan
mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang.
Dalam tulisan ini istilah lobby atau Lobbying di Indonesia-kan menjadi Lobi,
sedangkan istilah lobbyist di Indonesia-kan menjadi Pelobi, yaitu orang yang
melakukan Lobi.
Beberapa
definisi tentang lobi:
1. Menurut Kamus Inggris-Indonesia (John M.Echols):
a.
Lobi adalah:
– Ruang masuk (gedung)
– Mencoba mempengaruhi
b.
Lobbyist adalah
seseorang yang mencoba memengaruhi pembuat undangundang, dan lain-lain.
1.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia:
2. Lobi adalah ruang uang teras di dekat pintu
masuk hotel (bioskop, dan sebagainya), dilengkapi dengan beberapa perangkat
meja-kursi, yang berfungsi sebagai ruang duduk atau ruang tunggu.
3.
Melobi adalah melakukan pendekatan secara tidak resmi.
4. Pelobian adalah bentuk partisipasi politik
yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat
pemerintah atau pemimpin politik dengan tujuan memengaruhi keputusan atau
masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang.
5.
Menurut Tarsis Tarmudji, Lobi adalah suatu (bentuk) pressure group yang mempraktikkan
seni mendapatkan teman yang berguna, dan memengaruhi orang lain.
6.
Menurut A.B. Susanto, Melobi pada dasarnya merupakan usaha yang dilaksanakan
untuk memengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandang
positif terhadap topik lobi.
Fungsi
Lobi
Fungsi
lobi adalah untuk melindungi kepentingan organisasi/lembaga bisnis dengan
membuka komunikasi pada pihak pengambil keputusan, diantaranya: membangun
koalisi dengan organisasi-organisasi lain, mengumpulkan informasi dan
mempersiapkan laporan untuk legislator yang mewakili posisi organisasi dalam
isuisu kunci. Menurut Grunig dan Hunt (1984), kegiatan melobi meliputi:
·
Membangun
koalisi dengan organisasi-organisasi lain, berbagai kepentingan dan
tujuan-tujuan untuk melakukan usaha bersama dalam memengaruhi wakil-wakil
legislatif.
·
Mengumpulkan
informasi dan mempersiapkan laporan untuk legislator yang mewakili posisi
organisasi dalam isu-isu kunci.
·
Melakukan kontak
dengan individu-individu yang berpengaruh, dan wakilwakil dari agensi yang menyatu.
·
Mempersiapkan
pengamat dan pembicara ahli untuk mewakili posisi organisasi terhadap
legislator.
·
Memusatkan debat
pada isi kunci, fakta, dan bukti-bukti yang mendukung posisi organisasi.
·
Mempengaruhi
keputusan atau kebijakan pihak lain sehingga baik keputusan maupun kebijakan
yang diambil akan menguntungkan pelobi, organisasi ataupun pelobi.
Negosiasi
(Negotiation) dalam arti harfiah adalah negosiasi atau perundingan. Negosiasi
adalah komunikasi timbal balik yang dirancang untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Negosiasi memiliki dua arti, yaitu: 1.
Proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna
mencapai kesepakatan antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak
(kelompok atau organisasi) yang lain; 2. Penyelesaian sengketa secara damai
melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Menurut Stephen
Robbins dalam bukunya “ Organizational Behavior” ( 2001), negosiasi adalah
proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak atau lebih, dan masing-masing
pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses
pertukaran tersebut. Sedang dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu
proses dimana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau
bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan.
Karakteristik
utama negosiasi
1. Senantiasa
melibatkan orang, baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau
perusahaan, sendiri atau dalam kelompok.
2. Menggunakan
cara-cara pertukaran sesuatu, baik berupa tawar-menawar (bargain) mapun
tukar-menukar (barter).
3. Negosiasi
biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan
kita inginkan terjadi.
4. Ujung
dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak,
meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak
sepakat.
5. Hampir
selalu berbentuk tatap muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun
ekspresi wajah.
6. Memiliki
ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari
awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi.
7. Lobi atau negosiasi sejatinya merupakan cara
yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan
kepentingan.
B.
Argumen
Himpunan mahasiswa jurusan ekonomi islam
merupakan hmj tertua yang ada di fakultas ekonomi dan bisnis islam dan tentunya
sudah banyak melahirkan kader-kader dari setiap angkatan yang ada di jurusan
ini, tapi jika kita melihat realita yang ada dalam himpunan dalam setiap
angkatan sangat minim yang ingin berproses dalam lembaga internal atau himpunan
mahasiswa jursuan ekonomi islam itu sendiri, mungkin karena kurangnya kesadaran
diri di masing-masing individu atau kurang mampunya teman-teman pengurus untuk
mengajak kader-kader yang ada di jurusan ekonomi islam bisa ikut berpartisipasi
dalam himpunan.
DALAM
HAL LOBBY
Banyak hal yang harus di perhatikan
dalam mengajak para kader untuk bergabung dalam himpunan, yaitu ada yang
dinamakan dengan teknik win win soluction
dimana kita harus bisa meyakinkan kader bahwa jika nanti bergabung dalam
himpunan akan mendapatkan feedback yang cukup banyak bukan Cuma dalam hal
keilmuan, pengalaman dan manajemen waktu, kemudian cara mempengaruhi para kader
dengan cara ‘rasionalitas persuasion’ yaitu dengan mempengaruhi dengan data dan
fakta. Semisal pengurus harus memberi bukti apa-apa yang telah didapatkan di
humpunan kemudian di implementasikan ke para kader baik dari segi keilmuan atau
pengalaman. Selanjutnya dengan ‘indra seission’ atau dengan membuat
agenda-agenda acara angakatan untuk para kader baru agar mereka merasa dekat
dan senang dengan sesama angkatannya dan juga para pengurus. Kemudian ‘excahnge
taktik’ atau memberikan imbalan nah
contoh imbalan dalam hal ini setelah kader telah melakukan sebuah kegiatan mereka
di beri apresiasi lebih agar mereka merasa tidak dijadikan kambing hitam dalam
setiap proker hmj.
DALAM
HAL NEGOSIASI
Pertama ‘penampilan diri’ nah dalam hal
ini teman-teman pengurus harus memberikan kesan yang baik terutama dalam
persoalan penampilan. Contoh dengan memakai pdh dalam setiap agenda pengumpulan
angakatan, agar kader-kader berfikir bahwa menjadi seorang pengurus itu sama
halnya dengan pekerja kantoran yang memiliki baju dinas tersendiri.
Kedua ‘retorika’ atau seni dalam berbicara nah di sini para
pengurus harus bisa meyakinkan para kader agar
memiliki ketertarikan untuk ikut bergabung dalam himpunan contoh Dengan
argumentasi bahwa dalam himpunan banyak hal yang dapat kita raih selain ilmu
dan pengalaman yaitu memanajemen waktu
dan sebagainya
Ketiga ‘sikap’
atau Perilaku hal ini cukup penting karena kader akan memiliki ketertarikan ke
himpunan jika melihat para pengurus memberikan sikap yang baik terhadap para
kader contoh pengurus harus berperilaku baik dan ramah tapi harus selau tegas
agar para kader juga merasa bahwa ada batasan antara senior dan junior di
himpunan
Keempat ‘mirroring’ atau cerminan disini
pengurus harus menjadi figur yang baik terhadap kader contoh jika kita ingin
melihat kader ikut loyal terhadap himpunan, jadi seorang pengurus harus
memperlihatkan tanggung jawab lebih dan
loyalitas lebih terhadap himpunan sendiri.
Tetapi
jika hal hal diatas belum bisa meyakinkan para kader, dalam teknik negosiasi
ada yang dinamakan teknik angsa hitam yaitu mencari landasan emosional kader
contoh pengurus berbicara secara persuasif dengan kader dan menanyakan hambatan
dan masalahnya semisal kader tidak ingin berhimpun karena merasa organisasi
dapat menghambat perkuliahannya nah disini pengurus harus memberikan solusi
bahwa di organisasi juga mengajarkan kita untuk dapat memanajemen waktu dan
tidak akan menghambat proses perkuliahan
Kesimpulan
Sebaiknya pengurus himpunan
mengimplementasikan teknik loby dan negosiasiasi di atas agar kita dapat
menghimpun banyak kader-kader ekonomi Islam yang sadar akan pentingnya himpunan
sebagai salah satu wadah mahasiswa jurusan untuk mengembangkan ilmu dan
pengalamannya bukan cuma menjadi mahasiswa apatis yang hanya mementingkan
nilai.
Komentar
Posting Komentar