Manajemen Konflik
Salah satu persoalan yang sering muncul selama berlangsungnya perubahan didalam organisasi adalah adanya konflik antara anggota atau antar kelompok. Salah satu penyebab timbulnya konflik adalah adanya penolakan terhadap perubahan. Konflik tidak hanya harus diterima dan dikelola dengan baik tetapi juga harus di dorong, karena konflik merupakan kekuatan untuk mendatangkan perubahan dan kemajuan dalam lembaga. Dalam suatu organisasi yang menjalankan aktivitas secara baik dikarenakan unsur-unsur pendukung bekerja secara terpadu dimungkinkan terjadinya konflik, karena didalam suatu organisasi terdapat berbagai perilaku orang yang berbeda-beda. Konflik yang terjadi pada suatu organisasi karena perilaku manusia sebagai sumber daya manusia akan berpengaruh pada efektifitas organisasi, karena itu setiap konflik yang terjadi diharapkan dapat diselesaikan melalui manajemen konflik.
Setiap kelompok dalam
suatu organisasi dimana di dalamnya terjadi interaksi antara satu dengan yang
lainnya, memiliki kecenderungan timbulnya suatu konflik yang tidak dapat
dihindari. Konflik terjadi kerena di suatu sisi orang-orang yang terlibat dalam
suatu organisasi memiliki karakter, tujuan, melihat dari misi yang
berbeda-beda. Konflik merupakan acara yang wajar dalam suatu kelompok dan organisasi,
konflik tidak dapat disingkirkan tetapi konflik biasa menjadi kekuatan positif
dalam suatu kelompok dan organisasi agar menjadi kelompok dan organisasi ini
efektif.
Seorang pimpinan yang
ingin memajukan organisasinya harus mengerti faktor-faktor yang menyebabkan
timbulnya konflik, baik konflik didalam individu maupun konflik antar
perorangan. Dalam menata sebuah konflik dalam organisasi diperlukan pengertian,
kesabaran serta kesadaran semua pihak yang terlibat maupun yang berkepentingan
dengan konflik yang terjadi, oleh karena itu diperlukan menajemen yang tepat
agar konflik dapat diselesaikan.
Dari uraian diatas saya
selaku penulis menyusun sebuah essay dengan gagasan terbarukan yang berjudul
“Manajemen Konflik”.
Konflik adalah hasil dari
kesadaran bahwa kondisi yang sekarang terjadi belumlah sempurna dan keyakinan
bahwa masa depan bisa dibuat jadi lebih baik. Keyakinan bahwa harapan bisa
tercapai akan membuat seseorang memiliki sasaran masa depan yang lebih baik
harapan membuat diri sendiri lebih tertantang dan tantangan semacam ini juga
layak disebut sebagai masalah. Konflik menurut Nardjana (1994) adalah akibat
situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara yang
satu dengan yang lain sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu,
semisalkan dalam ruang lingkup HMJ-EI yang memicu terjadinya masalah dan
konflik yang pertama itu faktor komunikasi, misalnya adanya missunderstanding
antar anggota, faktor struktur tugas maupun struktur organisasi misalnya
ketidaksamaan keinginan antara pengurus dengan pengurus yang lain ,bendahara
dan ketua.
Yang kedua masalah
keorganisasian, masalah keorganisasian yang sering ditemui dalam ruang lingkup
HMJ-EI yaitu perbedaan pendapat, kumpul tidak lengkap, banyak pengurus yang
mengundurkan diri terjadi kesenjangan antara anggota, manajemen waktu yang
kurang baik dan prestasi yang menurun. Pemecahan solusi yang seperti ini adalah
suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidaksesuaian yang diperoleh dan
hasil yang diinginkan. Solusi permasalahan dan konflik mengintropeksi diri
yaitu dengan cara mengevaluasi pihak-pihak yang terkait, mengidentifikasi
sumber-sumber konflik dan menyelesaikannya.
Adapun solusi yang selanjutnya
seperti bersikap proaktif dari setiap anggota tim harus turut aktif dalam
menyelesaikan konflik secara proaktif tersebut. Komunikasi-komunikasi yang
lancar dapat menghindari diri dari kesalahpahaman sehingga lebih mudah dalam
menyelesaikan konflik yang timbul. Keterbukaan setiap anggota harus terbuka
supaya konflik tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik.
Solusi meminimalisir
masalah atau konflik dengan cara melakukan sistem pengorganisasian yang baik
yaitu memperinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai
tujuan organisasi HMJ-EI, karena organisasi itu dibentuk berdasarkan suatu
tujuan yakni membagi pekerjaan kedalam aktifitas-aktifitas yang secara logis
dan menyenangkan dapat dilakukan oleh seluruh anggota maupun pengurus.
Contoh Kasus
Ada kesenggangan antara pengurs A dan pengurus B hal ini dikarenakan si A
dan si B mempunyai masalah pribadi yang tidak ada hubungannya dengan organisasi
tapi mereka membawa-bawa masalah tersebut saat berkumpul bersama organisasi
sehingga timbul konflik, apa dampaknya dalam organisasi ? dan bagaimana
solusianya ?
Seperti contoh kasus diatas menurut saya untuk menyelesaikan masalah
tersebut mungkin bagusnya jika menggunakan cara sharing dan meminta keduanya
agar terbuka menceritakan masalah mereka, namun apabila mereka tidak mau
menceritakan masalahnya karena dianggap sebagai sesuatu yang sangat pribadi
atau tidak mau urusannya dicampuri, mungkin sesama pengurus dapat memberikan
saran agar mereka segera menyelesaikan masalahnya itu dan sebisa mungkin
bersikap profesional agar tidak membawa masalah tersebut kedalam organisasi
karena itu dapat menghambat lajunya roda organisasi apalagi ia pengurus.
Kesimpulan
Tidak semua konflik
merugikan organisasi, konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat
berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila
konflik tidak ditangani dapat merugikan kepentingan organisasi. Adapun saran
saya dalam penulisan KTI ini yang pertama itu kita harus menanggapi konflik
dengan kepala dingin, jangan emosi dan meminimalisir ego pada sikap alami diri
sendiri saat sedang ada dalam kelompok, selanjutnya mengutamakan kepentingan
bersama memberikan motivasi kepada sesama pengurus rekan atau bawahan dengan
apresiasi secara benar kerena dukungan itu sangat penting dalam menyelesaikan
masalah.
Sesama anggota pengurus
himpunan alangkah baiknya menghargai setiap pendapat yang disampaikan atau
diutarakan oleh pengurus yang lain begitupun sebaliknya, selalu berfikir
positif setiap ada masukan pendapat, menyelesaikan setiap masalah yang timbul
sampai tuntas, menghindari konflik dengan berkomunikasi sesama anggota, dan
memanfaatkan setiap ide atau pendapat yang masuk serta saling terbuka pada
setiap anggota kepengurusan yang harus ada agar dapat menyelesaikan konflik
dengan baik dan tidak berlarut-larut.
Adapun pesan saya bahwa ingatlah Tuhan memberikan apa
yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Sebab jika semua keinginan
manusia pasti terpenuhi maka manusia akan merasa sombong dan merasa tidak
membutuhkan Tuhan. Meskipun terkadang kenyataan tak sesuai dengan harapan
jangan jadikan itu alasan untuk mengkerdilkan diri pribadi kita melainkan
menjadikan itu untuk memperbaiki kualitas diri kita. Hanya pribadi yang
berkualitas yang mampu menyadari bahwa kenyataan yang tak sesuai harapan juga
sebuah kenikmatan, sebuah kenikmatan berupa sarana untuk dekat kepada Tuhan.
Penulis :Rukman Aditama Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2019
Komentar
Posting Komentar