Manajemen Konflik

     Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan interpretasi. Dalam sebuah organisai, pekerjaan individual maupun sekelompok pekerja saling terkait dengan pekerjaan pihak-pihak lain. Ketika suatu konflik muncul di dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pula ketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam. manajemen konflik adalah sebuah pendekatan yang dilakukan serta diarahkan untuk komunikasi dengan pelaku konflik.Yang mana pelaku konflik dapat memengaruhi kepentingan bersama suatu organisasi

Salah satu persoalan yang sering muncul selama berlangsungnya perubahan didalam organisasi adalah adanya konflik antara anggota atau antar kelompok. Salah satu penyebab timbulnya konflik adalah adanya penolakan terhadap perubahan. Konflik tidak hanya harus diterima dan dikelola dengan baik tetapi juga harus di dorong, karena konflik merupakan kekuatan untuk mendatangkan perubahan dan kemajuan dalam lembaga. Dalam suatu organisasi yang menjalankan aktivitas secara baik dikarenakan unsur-unsur pendukung bekerja secara terpadu dimungkinkan terjadinya konflik, karena didalam suatu organisasi terdapat berbagai perilaku orang yang berbeda-beda. Konflik yang terjadi pada suatu organisasi karena perilaku manusia sebagai sumber daya manusia akan berpengaruh pada efektifitas organisasi, karena itu setiap konflik yang terjadi diharapkan dapat diselesaikan melalui manajemen konflik.

            Setiap kelompok dalam suatu organisasi dimana di dalamnya terjadi interaksi antara satu dengan yang lainnya, memiliki kecenderungan timbulnya suatu konflik yang tidak dapat dihindari. Konflik terjadi kerena di suatu sisi orang-orang yang terlibat dalam suatu organisasi memiliki karakter, tujuan, melihat dari misi yang berbeda-beda. Konflik merupakan acara yang wajar dalam suatu kelompok dan organisasi, konflik tidak dapat disingkirkan tetapi konflik biasa menjadi kekuatan positif dalam suatu kelompok dan organisasi agar menjadi kelompok dan organisasi ini efektif.

            Seorang pimpinan yang ingin memajukan organisasinya harus mengerti faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya konflik, baik konflik didalam individu maupun konflik antar perorangan. Dalam menata sebuah konflik dalam organisasi diperlukan pengertian, kesabaran serta kesadaran semua pihak yang terlibat maupun yang berkepentingan dengan konflik yang terjadi, oleh karena itu diperlukan menajemen yang tepat agar konflik dapat diselesaikan.

Penyebab Konflik:

1) adanya perbedaan kepentingan; 2) adanya perbedaan pengertian/pemahaman; 3) adanya perbedaan cara pandang; 4) adanya ketidakjelasan tujuan; 5) adanya perbedaan peraturan yang dianut; dan 6) adanya perubahan situasi baru.    

Dari uraian diatas saya selaku penulis menyusun sebuah essay dengan gagasan terbarukan yang berjudul “Manajemen Konflik”.


 

Salah satu hal di antara banyak persoalan yang sering di temui dalam sebuah organisasi adalah konflik yang di mana terjadi di kalangan anggota itu sendiri. Konflik merupakan sebuah pertentangan individu dan individu kelompok dengan kelompok berdasarkan perbedaan pendapat, nilai, dan masing tujuan yang berbeda pula hal ini yang kemudian memiliki kecendrungan lahirnya konflik itu sendiri. Konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi sangat berpengaruh bagi jalannya organisasi tidak bisa di pungkiri bahwa dalam satu lingkup yang sama di mana berkumpul orang orang yang mempunyai cara pandang yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda akan tetapi memiliki tujuan yang sama untuk memberikan perubahan terhadap organisasi itu sendiri. Oleh karena itu konflik yang terjadi dapat di selesaikan dengan cara yang baik agar organisasi bisa berjalan dengan efektik.

Tidak terlepas dari apa yang kemudian ada dalam keorganisasian lebih tepatnya dalam batang tubuh HMJ EI itu sendiri banyak hal-hal yang sering di dapatkan sehingga lahirnya suatu konflik misalnya dalam persoalan ngaret di setiap agenda HMJ EI banyak anggota yang tidak mengindahkan apa yang sudah menjadi kesepakatan waktu pada saat di rapatkan ketidaksesuain dari apa yang di inginkan dengan apa terjadi manajemen waktu yang kurang membaik hal ini sangat memiliki kecendrungan lahirnya konflik itu sendiri. Sebagai solusi terhadap hal yang sudah membudaya dalam lingkup HMJ EI menurut saya untuk meminimalisir sesuatu yang menjadi ngaret itu timbul berikan pemahaman terhadap pentingnya manajemen waktu dalam organisasi sehingga ada keresahan dalam diri anggota sehingga masalah ini tidak dapat menjadi kebiasaan buruk atau menjadi budaya yang erat terhadap pengaruh efektivitas dalam suatu organiasai khususnya ruang lingkup HMJ EI.

Konflik bukanlah hal yang harus di takutkan. Tetapi menerapkan suatu hal yang perlu untuk di kelola agar dapat memberikan kontribusinya bagi pencapaian tujuan organisasi. Bagaimanapun konflik itu bila di kelola dengan baik maka konflik dapat mendukung percepatan pencapaian tujuan organisasi. Ketika konflik di kelola secara baik. Dapat menumbuhkan kreativitas, inovasi dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan perubahan yang bernilai positif bagi pengembangan organisasi. Konflik sesungguhnya dapat menjadi energi yang kuat jika di kelola dengan baik sehingga dapat di jadikan alat untuk kemudian membawa perubahan akan tetapi sebaliknya jika tidak dapat di kendalikan akan mengakibatkan kinerja organisasi rendah.

KESIMPULAN

            Penyelesaian konflik dalam organisasi seperti itu sifatnya akan kreatif dan konstruktif dan inilah yang kita inginkan semua, yaitu tercapainya kesesuaian antar anggota dimana para anggota memperagakan sikap, perilaku dan tindakan yang harmonis.

            Orang mentoleril sifat menyimpang satu atau lebih anggota organisasi sepanjang sifat tersebut mengarah kepada perbaikan bagi organisasi. Perbedaan pendapat di kalangan anggota organisasi adalah semacam “hak mereka” konflik yang timbul di harapkan dapat menciptakan alternatif alternatif yang lebih baik bagi semua anggota dan selanjutnya para anggota memilih dari berbagai alternatif tersebut. Alternatif yang terbaik bagi mereka sesuai dengan hak dan kewajiban mereka.

            Jangan sekali kali memandang bahwa adanya konflik organisasi telah gagal. Tidak semua konflik memicu hal hal yang nilainya negatif akan tetapi dengan adanya konflik mampu melahirkan perubahan yang bernilai negatif terhadap organisasi. Konflik bagaimanapun sulitnya dapat di selesaikan oleh para anggota sendiri dengan melihat persoalan serta mendukungnya pada proporsi yang wajar, menyadari hambatan serta kendala yang berada di luar kemampuan kita, memperhatikan peraturan permainan yang kita setujui bersama serta mengusahakan pelaksaan secara konsekuen keputusan yang telah di ambil dan yang telah kita setujui bersama.

            Dengan cara ini di jamin tercapainya atau tergalangnya persatuan dan kesatuan para anggota organisasi, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan lancar. Jadi konflik dapat mengarahkan ke inovasi dan perubahan dapat mengerakkan orang orang untuk melaksanakan kegiatan, mengembangkan proteksi bagi pihak pihak yang lemah dalam organisasi.


Penulis :Padri (Mahasiswa Ekonomi Islam Angklatan 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS