Pengembangan Organisasi yang belum maksimal

A. Pendahuluan

        Peran organisasi saat ini cukup penting dalam segala aspek kehidupan baik dalam perusahaan, pemerintah, organisasi sosial, kemasyarakatan dan lain-lain. Organisasi selalu berkembang sesuai kebutuhan zaman dan peradaban. Dimana organisasi ada sejak manusia itu ada. Kebutuhan organisasi saat ini dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen dan organisasi, prinsip-prinsip organisasi dan tujuan organisasi. Perkembangan organisasi saat ini cukup pesat seiring perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi, sehingga peran organisasi dalam teknologi cukup besar dan sebaliknya peran teknologi juga cukup besar. Namun organisasi sebagai satu sub bagian dari cabang ilmu sosial memiliki peranan yang cukup besar dalam kehidupan manusia. Organisasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan manusia ( Stan Kossen ).

       Organisasi memiliki sangat banyak definisi yang dihasilkan dari berbagai sudut pandang dengan membawa disiplin ilmunya masing-masing. dalam kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI)Organisasi diartikan sebagai kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu; atau kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.Organisasi adalah kesatuan entitas sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi,yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan kelompok (Stephen P Robbin (1983) dalam Saragi (2004).

         Pengembangan adalah suatu tindakan, proses, hasil atau pernyataan untuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini menunjukkan adanya kemajuan, peningkatan, pertumbuhan, evolusi atas berbagai kemungkinan, berkembang atau peningkatan atas sesuatu ( Miftah Thoha, 1997 ).

 Ada dua unsur dari pengertian ini yaitu:

a. Pengembangan itu bisa berupa suatu tindakan, proses atau pernyataan dari suatu  tujuan.

b. Pengembangan itu bisa menunjukkan kepada “perbaikan” atas sesuatu.

         Dalam bukunya, Huse and Cummings mengemukakan bahwa Pengembangan Organisasi (Organizational Development) merupakan sistem yang menyeluruh yang berusaha menerapkan ilmu perilaku dengan memakai perencanaan pengembangan jangka panjang. Cara ini ditujukan untuk mengembangkan strategi, struktur, dan proses sehingga dicapai efektivitas organisasi ( Huse and Cummings ).

1. Pengembangan Organisasi

         Pada akhir tahun 1960 pengembangan organisasi dilaksanakan dalam organisasi melalui konsultan, tapi relatif tidak dikenal sebagai teori praktik dan tidak memiliki definisi yang umum di kalangan praktisi. Richard Beckhard, otoritas pada pengembangan organisasi dan manajemen perubahan, mendefinisikan pengembangan organisasi sebagai “upaya, terencana, organisasi-lebar, dan dikelola dari atas, untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan kesehatan melalui intervensite rencana dalam proses organisasi, menggunakan perilaku-ilmu pengetahuan (Beckhard 1969).

              (Pareek, Udai , 2005) Mendefinisikan pengembang organisasi sebagai suatu usaha yang direncanakan, yaitu dimulai oleh adanya tenaga ahli untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan keterampilannya, kemampuan penguasaannya, strategi tentang, hingga untuk persamaan budaya. Pada dasar pengembangan organisasi sangan dibutuhkan karena mengarah pada peningkatan efektiftas dari organisasi tersebut, dengan tujuan mencari perbaikan maupun peningkatan kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan pada lingkungan serta perubahan perilaku pada anggota organisasi itu sendiri (Robin,2010). Organisasi yang efektif akan melakukan perubahan yang terencana secara berkala untuk total perangkat baik sistem, struktur, budaya, dinamika kelompok, kualitas SDM, maupun strategi bisnis.pengembangan organisasi dilakukan dalam rangka menghadapi berbagai tantangan perubahan dengan melakukan berbagai kegiatan, antara lain (Sutarto, 1993):

 1. Merubah struktur, yaitu menambah, mengurangi ,maupun mengubah kedudukan satuan, menggabung beberapa satuan menjadi satu kesatuan yang lebih besar, memecah satuan besar menjadi satuan yang lebih kecil, mengubah sistem sentralisasi menjadi desentralisasi atau saya, mengubah luas sempitnya rentangan kontrol, merinci kegiatan atau tugas, menambah pejabat dan mengurangi pejabat

2. Merubah tata kerja yang termasuk tata cara, tata aliran, tata tertib, dan syarat melakukan pekerjaan

3. Merubah orang, dalam pengertian mengubah sikap, tingkah laku, perilaku,meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan dari para pejabat

4. Merubah peralatan kerja. Kegiatan pengembangan organisasi dapat dilakukan pada setiap organisasi yang berorientasi pada kemajuan.pengembangan kegiatan tersebut tidak akan dapat dilakukan dengan baik apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. dukunga nyang pagar baik dari adalah ketika terciptanya suatu kondisi di mana antara anggota maupun pimpinan dapat dengan mudah melakukan partisipasi aktif demi kemajuan organisasi. (Zaenuri 1999 ).

 

       Adapun langkah-langkah pengembangan organisasi adalah sebagai berikut:

1. Mengenali permasalahan yang dihadapi organisasi

2. memilih data untuk menentukan iklim organisasi dan masalah perilaku anggota-anggotanya

3. melakukan umpan balik dari data tersebut dan konfrontasi

4. Merencanakan strategi untuk melakukan perubahan

5. Sistem menengah dalam organisasi

6. melakukan team building

7. evaluasi

 

2. Argumen

          Pengembangan Organisasi dilingkup HMJ EI menurut kacamata penulis pribadi masih terlihat minim, baik itu dari relasinya dengan organisasi" Internal kampus, hubungan emosianal sesama anggota maupun masyarakat ekonomi islam belum terjalin secara utuh,dan deindividuasi yang masih belum bisa teratasi  baik itu dari individu maupun kelompok  HMJ EI itu sendiri.

         Adapun contoh-contoh kasus dalam HMJ EI antara lain :

1. Inaugurasi, Kadang-kadang satu atau lebih tim anggota bersikap santai terhadap tujuan kelompok Merasa bahwa kontribusi mereka pada tugas tidak terlalu penting.

2. Disiplin waktu yg kurang, mungkin kasus ini sering  dianggap sepele oleh individu maupun kelompok" Pengurus HMJ EI. dimana kegiatan-kegiatan tidak berjalan sesuai ekspetasi yg diinginkan seperti  baksos, nauguras dan ldkm 21i.

3. Kurangnya tanggung jawab anggota, kasus ini sering terjadi di setiap kepengurusan sehingga anggota lain yg dikorbankan utk menutupi segala tugas dan kewajibannya.

 

 

 

B.  Kesimpulan

           Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari Pengembangan Organisasi (Organizational Development) adalah suatu usaha yang berencana yang meliputi organisasi secara keseluruhan dan dikelola dari pimpinan untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui intervensi yang berencana didalam proses organisasi, dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku. Rumusan ini menunjukkan bahwa Pengembangan Organisasi (Organizational Development) tidaklah hanya “sesuatu yang dikerjakan untuk pencapaian keadaan organisasi yang lebih baik”, melainkan merupakan suatu jenis proses perubahan, pembaharuan dan penyempurnaan yang khusus dalam suatu organisasi.


Penulis : Erwin Saputra ( Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS