PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Organisasi kemahasiswaan dianggap sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan suatu universitas karena menjadi komponen penting dalam proses penjaminan mutu universitas tersebut. Program dan kegiatan kemahasiswaan harus menjadi bagian integral pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang diselenggarakan dari mulai tingkat program studi sampai tingkat universitas. Oleh karena itu, perlu upaya penataan dan pengembangan organisasi kemahasiswaan agar mampu menjadi sarana yang efektif dalam membentuk pribadi mahasiswa yang utuh sesuai dengan visi dan misi universitas serta mampu menjadi lulusan yang siap melakukan pembangunan di masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Agar bisa menjadi orgnaniasi kemahasiswaan yang kuat, maka organisasi kemahasiswaan terebut harus dikelola secara profesional dengan mengadaptasi model-model manajemen organisasi yang modern. Organisasi kemahasiswaan harus menjadi sarana belajar pada bidang manajemen dan kepemimpinan terutama organisasi dengan jenis MPM, DPM dan BEM. Sementara UKM, lebih menitikberatkan pada pengembangan minat dan bakat yang memiliki relevansi dengan bidang keilmuan mahasiswa. Organisasi kemahasiswaan yang dikelola dengan model manajemen yang modern harus dijalankan sesuai kaidah-kaidah organisasi modern, yaitu : (1) organisasi bertambah besar; (2) pengelolaan data semakin cepat; (3) penggunaan staf lebih intensif; (4) kecenderungan spesialisasi; (5) adanya prinsip-prinsip dan azas organisasi; serta (6) unsur organisasi lebih lengkap. Prinsip dan azas organisasi modern yang dimaksud, yaitu : (1) perumusan tujuan yang jelas; (2) pembagian kerja; (3) delegasi kekuasaan; (4) rentang kekuasaan; (5) tingkat pengawasan; (6) kesatuan perintah dan tanggung jawab; serta (7) koordinasi. Organasiswaan kemahasiswan harus dikelola dengan model manajemen strategis (strategic management) dengan dua tujuan, yaitu : (1) agar organisasi mahasiswa dapat terus berkembang; serta (2) agar menjadi sarana pengembangan kemampuan manajemen dan kepemimpinan organisasi bagi mahasiswa. Berikut ini 4 (empat) pengertian manajemen strategis, yaitu : (1)proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh manajemen puncak dan dimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organiasasi, untuk mencapai tujuannya; (2) usaha manajerial menumbuh kembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan; (3) arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organisasi; (4) manajemen strategis adalah perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategis) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut VISI), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI), dalam usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut Tujuan Strategis) dan berbagai sasaran (Tujuan Operasional) organisasi (Nawawi, 2005). Dari keempat pengertian manajemen strategis tersebut dapat kita simpulkan bahwa manajemen startegik akan menentukan bagaimana suatu organisasi bisa menjadi besar sehingga mampu mencapai tujuan organisasi baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Organisasi akan mati secara perlahan atau stagnan 3 bila organisasi hanya mengurusi atau menyibukan diri dalam program-program serta kegiatan-kegiatan yang rutin saja. Sementara organisasi yang menerapkan manajemen startegik akan terus berkembang sesuai dengan tingkat capaian yang lebih tinggi. Manajemen strategis dalam implementasinya memuat 4 (empat) fungsi pokok manajemen, yaitu : (1) perencanaan (planning); (2) pengorganisasian (organizing); (3) pengarahan dan implementasi (actuating); serta (4) pengawasan dan pengendalian (controlling). Dengan bagitu, organisasi kemahasiswaan yang menerapkan manajemen strategis akan terus maju dan berkembang sebagai sarana pengembangan mahasiswa maupun berperan dalam berbagai perubahan dan dinamika sosial kemasyarakatan. Dari paparan di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa salah satu hal penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa berkaitan dengan manajemen strategis adalah perencanaan strategis. Hal ini yang mendorong penulis untuk mengajukan topik terkait perencanaan strategis sebagai salah satu materi dalam kegiatan LKM BEM UPI Kampus Tasikmalaya. Materi ini bisa dijadikan sebagai titik awal bagi mahasiswa untuk memahami hakikat organisasi modern sehingga mahasiswa dapat menjalankan organisasi kemahasiswaan dengan manajemen yang lebih baib yang berorientasi tujuan sekaligus pemberdayaan dan pengembangan kualitas mahasiswa. Tidak hanya itu, penulis berharap materi ini bisa menjadi bekal bagi mahasiswa S1 PGSD dan S1 PGPAUD sebagai calon guru SD dan PAUD sehingga mereka bisa menerapkan manajemen strategis pada organisasi-organisasi guru, pengelolaan sekolah serta orgnisasi-orgnasasi lain yang akan mereka kelola nanti. Makalah ini akan memaparkan tentang sub topik berikut ini, yaitu : (1) pengertian; (2) manfaat perencanaan strategis bagi organisasi kemahasiswaan; (3) model-model perencanaan strategis (4) proses perencanaan strategis; serta (5) contoh rencana strategis. PENGERTIAN PERENCANAAN STRATEGIS Dalam (Texas Workforce Commission, 2005) dinyatakan bahwa : “successful strategic plans are working documents that explain where you are going and promote the constructive change that will get you there”. Dengan begitu, perencanaan strategis merupakan rancangan tentang arah serta perubahan konstruktif sebuah organisasi ke depan. Perencanaan startegik atau strategic planning terdiri dari kata yaitu : perencanaan (planning) serta strategis (strategic). Berikut ini beberapa pengertian perencanaan strategis, yaitu : 1. Menurut (Texas Workforce Commission, 2005) : ‘(1) Perencanaan menetapkan arah untuk sesuatu. Biasanya, kita mulai dengan hasil yang diinginkan dan bekerja mundur untuk mengidentifikasi apa yang akan menghasilkan hasil tersebut, (2) Strategis adalah metode untuk mencapai tujuan dan sasaran, dan (3) Perencanaan strategis memungkinkan 4 organisasi untuk membuat keputusan mendasar yang memandu mereka ke visi mengembangkan masa depan’. 2. Menurut (UNASO, 2003) : ‘Perencanaan strategis adalah proses penentuan: (1) apa yang hendak dicapai oleh organisasi Anda; (2) bagaimana Anda akan mengarahkan organisasi dan sumber daya untuk mencapai tujuan ini selama beberapa bulan dan tahun.’ 3. Menurut (SUNO, 2010): ‘Sebuah rencana strategis adalah peta jalan untuk mengarahkan sebuah organisasi dari kondisi sekarang ke kondisi di lima atau sepuluh tahun.’ 4. Menurut (CSDF, 1998) : Perencanaan strategis didefinisikan : ‘…sebagai suatu istilah jangka panjang, proses penilaian yang berorientasi masa depan, penetapan tujuan, dan membangun strategi yang memetakan jalur eksplisit antara sekarang dan visi masa depan, yang bergantung pada pertimbangan cermat kemampuan organisasi dan lingkungan, dan menyebabkan alokasi sumber daya berbasis prioritas dan keputusan lainnya.’ 5. Dalam (Bryson & Alston, 2005) : ‘Perencanaan strategis adalah "upaya kuat untuk menghasilkan keputusan dan tindakan mendasar yang membentuk dan membimbing seperti apa sebuah organisasi (atau entitas lainnya), apa yang dilakukannya, dan mengapa melakukannya"’ (Bryson, 2004). Dari lima pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategis adalah suatu keputusan fundamental yang akan mengarahkan organisasi pada percapaian-pencapaian strategis sesuai visi orgnasisasi di masa depan. Perencanaan strategis berkaitan dengan apa visi, misi, tujuan, sasaran dan pencapaian organisasi di masa depan serta berkaitan dengan bagaimana organisasi bisa menggerakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan strategis dapat menjawab pertanyaan dasar seperti : (1) where are we now ?; (2) where do we want to be?; (3) how do we get there?; dan (4) how do we measure our progress?. Pertanyaan pertama berkaitan dengan sejauhmana kita memahami situasi dan kondisi organisasi saat ini. Pertanyaan kedua berkaitan seperti apa siatuasi dan kondisi organisasi yang kita harapkan. Sementara yang ketiga dan keempat berkaitan dengan bagaimana upaya kita dalam menentukan cara mencapai harapan tersebut serta mengukur tingkat ketercapaiannya.
ARGUMEN
Pengembangan organisasi dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk menganalis ataupun mengevaluasi kinerja lembaga dalam mempersiapkan hal-hal yang dilakukan untuk pengembangan eksistensi maupun esensi dari organisasi. Dalam proses evaluasi melihat kekurangan yang ada jelas penting, bagaimana kemudian menentukan solusi yang tepat. Semisal dalam menentukan program-program kerja yang dapat menunjang pengembangan organisasi.
Melihat dinamika yang terjadi sebelumnya yang menimbulkan hal yang baik maupun buruk harus sama-sama dijadikan pertimbangan dalam menentukan program-program yang akan ditawarkan nantinya bagaimana kemudian hal yang baik dapat ditingkatkan dan yang buruk diminimalisir. Membuat konsep program setelah mengevaluasi program sebelumnya dapat memberikan gambaran bagaimana mengantisipasi konflik yang kemungkinan terjadi.
Berbicara persoalan pengembangan organisasi, ada dua hal yang paling fundamental untuk di perhatikan, yakni penguatan pengetahuan dan proses kaderisasi itu sendiri.Untuk mendorong peningkatan organisasi, hendaknya orang-orang yang berada dalam struktur oraganisasi mampu mewadahi ataupun menfasilitasi hal-hal yang bertujuan menambah wawasan para anggota, seperti mengadakan sekolah-sekolah atau pelatihan. Di sisi yang lain perlu dilalukan pengidentifikasian terhadap potensi, minat dan bakat para anggota yang kemudian akan di wadahi untuk di salurkan dan di kembangkan. Menurut saya perlu adanya divisi yg fokus terhadap minat dan bakat para anggota dalam artian tidak boleh di hapus dalam struktur bidang sebagaimana yang terjadi pada mubes ke-4 tahun lalu. Bidang minat dan bakat di hilangkan dengan dalih sudah inklud dalam bidang kaderisasi dan pengembangan organisasi atau KPO.
Dalam pandangan pribadi saya bidang kpo dan bidang minat dan bakat adalah dua hal yg berbeda, menurut saya kpo fokus pada pengkaderan anggota baru dan mengupayakan peningkatang wawasan semua anggota dalam satu di siplin ilmu demi kemajuan organisasi. Sedangkan bidang minat dan bakat bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap minat dan bakat setiap anggota. Jadi secara orientasi, KPO bertugas untk kemajuan organisasi sedangkan bidang minat dan bakat bertugas untuk kemajuan setiap individu dengan potensinya masin-masing, karena setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda – beda, disinilan tantangan bagi suatu organisasi, bagaimana kemudian organisasi harus mampu mewadahi semua potensi, minat dan bakat dari setiap anggota yang berbeda-beda itu dan ini selaras dengan tujuan himpunan mahasiswa jurusan ekonomi islam itu sendiri yakni pengembangan potensi mahasiswa.
Selain melakukan pemetaan potensi, minat dan bakat para anggota, dalam pengembangan organisasi teknologi digital harus di manfaatkan, karna dunia digital telah menguasai ruang - ruang kehidupan kita saat ini. Misalnya, memanfaatkan aplikasi tiktok untuk memperkenalkan atau menginformasiksan tentang himpunan dan kegiatan – kegiatan di dalamnya dengan cara yang kreatif dan menarik, sehingga di harapkan masyarakat ekonomi islam dalam hal ini mahasiswa baru memilki ketertarikan untuk berhimpun, artinya himpunan mahasiswa jurusan ekonomi islam harus punya nilai lebih sebagai lembaga internal kampus.
KESIMPULAN
Pengembangan organisasi adalah suatu proses yang berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas anggota serta mempertahankan hal – hal yang esensial dari organisasi, dengan meningkatkan eksistensinya. Menurut pemikiran hemat saya, ada beberapa strategi yang perlu dilakukan yaitu
1. Melakukan pemetaan terhadap potensi, minat dan bakat setiap anggota
2. Memanfaatkan teknologi digital dalam menginformasikan terkait kegiatan organisasi
3. Proses pengkaderan harus terus berlanjut.
Komentar
Posting Komentar