TEKNIK LOBI DAN NEGOSIASI
A. Pendahuluan
Lobi
dan negosiasi dilakukan bukan tanpa tujuan. Berbagai hal yang dapat
melatarbelakang lobi dan negosiasi adalah adanya permasalahan antara kedua
belah pihak sehingga secara terbuka saling mendekat dan secara sukarela
mendiskusikan perbedaan dan mencoba mencapai keputusan bersama yang menjadi
topik permasalahan. Jadi negosiasi dapat didefinisikan sebagai sebuah kegiatan
atau upaya kedua belah pihak yang memiliki masalah untuk sukarela mendiskusikan
dan mencari solusi bersama. Lobi merupakan upaya meyakinkan kepada pihak lain
agar mau mengakomodir kepentingan kita sehingga muncul solusi dan terbinanya
hubungan baik antara kedua belah pihak.
Negosiasi
memiliki prinsip yaitu win win solution. Kata win win
solution ini mengandung makna kemenangan bersama, dimana tercapai
sebuah kondisi dimana kedua belah pihak sepakat dan terakomodir kepentingannya
dalam keputusan yang dihasilkan. Win win solution juga
bermakna tidak berat sebelah, sama sama bisa menerima keputusan tanpa
keterpaksaan. Win win solution tidak harus sama rata, misalnya 50%
: 50%. Atau bukan berarti harus sama persis dibagi dua. Win win
solution adalah kondisi dimana para pihak terakomodir dan menerima
keputusan dan merasa puas berdasarkan kontribusi masing- masing. Namun memang
tidak menutup kemungkinan bagi dua atau sama rata misal memang kontribusi yang
diberikan sama.
Win
win solution dapat
dicapai dalam proses negosiasi selama kedua belah pihak menyepakati dan
berkomitmen untuk mendapatkan solusi terbaik bagi permasalahan yang dihadapi.
Nah berikut adalah poin poin yang dapat mendukung tercapainya win win
solution:
- Memahami masalah secara
komprehensif
- Mempersiapkan materi negosiasi
dengan baik dan menyiapkan berbagai alternatif penawaran
- Fokus berfikir bukan pada masalah
namun pada solusi
- Berifat terbuka dengan pihak lawan
- Fokus pada kepentingan bersama,
bukan pada satu pihak saja apalagi individu
- Kolaboratif dan siap bekerjasama
- Mengedepankan mutual
relationship atau hubungan bersama yang saling mendukung
- Akomodatif, mau menerima masukan
Lobi
dan negosiasi membutuhkan perencanaan. Paling tidak ada tiga jenis analisis
yang harus dilakukan sebagai upaya perencanaan lobi dan negosiasi:
1. Analisis
Masalah
Masalah ada jika
terjadi perbedaan antara harapan dan kenyataan sehingga ada ketidak sesuaian.
Analisis masalah dapat dilakukan dengan melalukan riset awal, membaca laporan
perkembangan, melakukan wawancara, membaca hasil audit, melakukan pemetaan
terjadinya konflik. Dalam melakukan analisis masalah wajib mengetahui sumber
masalah, pihak – pihak yang terlibat masalah dan seberapa besar potensi masalah
yang ada.
2. Analisis Situasi
Analisis situasi
secara holistik dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan diantaranya adalah
analisi matrik, analisis H atau analisis SWOT. Paling popular adalah analisis
SWOT dimana ada pemetaan terkait kekuatan, kelemahan , peluang dan tantangan.
3. Analisis Lawan
Analisis lawan
negosiasi dimaksudkan untuk mengetahui siapa lawan kita dan seberapa kuat lawan
negosiasi kita. Posisi dari lawan negosasi juga penting untuk diketahui,
misalnya apakah lawan kita ini penentu kebijakan atau bukan. Jika bukan maka
harus ada proses lebih lanjut hingga adanya keputusan yang dicapai.
Fungsi Lobi:
Fungsi
lobi adalah untuk melindungi kepentingan organisasi/lembaga bisnis dengan
membuka komunikasi pada pihak pengambil keputusan, diantaranya: membangun
koalisi dengan organisasi-organisasi lain, mengumpulkan informasi dan
mempersiapkan laporan untuk legislator yang mewakili posisi organisasi dalam isuisu
kunci. Menurut Grunig dan Hunt (1984), kegiatan melobi meliputi:
·
Membangun
koalisi dengan organisasi-organisasi lain, berbagai kepentingan dan
tujuan-tujuan untuk melakukan usaha bersama dalam memengaruhi wakil-wakil
legislatif.
·
Mengumpulkan
informasi dan mempersiapkan laporan untuk legislator yang mewakili posisi
organisasi dalam isu-isu kunci.
·
Melakukan kontak
dengan individu-individu yang berpengaruh, dan wakilwakil dari agensi yang
menyatu.
·
Mempersiapkan
pengamat dan pembicara ahli untuk mewakili posisi organisasi terhadap
legislator.
·
Memusatkan debat
pada isi kunci, fakta, dan bukti-bukti yang mendukung posisi organisasi.
·
Mempengaruhi
keputusan atau kebijakan pihak lain sehingga baik keputusan maupun kebijakan
yang diambil akan menguntungkan pelobi, organisasi ataupun pelobi.
Karakteristik
utama negosiasi
1. Senantiasa
melibatkan orang, baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau
perusahaan, sendiri atau dalam kelompok.
2. Menggunakan
cara-cara pertukaran sesuatu, baik berupa tawar-menawar (bargain) mapun
tukar-menukar (barter).
3. Negosiasi
biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan
kita inginkan terjadi.
4. Ujung
dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak,
meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak
sepakat.
5. Hampir
selalu berbentuk tatap muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun
ekspresi wajah.
6. Memiliki
ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari
awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi.
7. Lobi atau negosiasi sejatinya merupakan cara
yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan
kepentingan.
B.
Argumen
Loby merupakan upaya satu pihak untuk
melakukan pendekatan dan melakukan kerja sama kepada sasaran lobi yang memiliki
kedudukan tinggi untuk mencapai tujuan bersama. Negosiasi merupakan proses
tawar menawar dari masing-masing pihak yang memiliki kepentingan berbeda yang
memiliki tujuan bersama.
Loby
juga merupakan pendekatan yang menjurus ke suatu tujuan yang menguntungkan
fokus pada apa yang kita dapatkan dalam bentuk keuntungan.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam negosiasi:
1. Cepat
memahami kendala negosiasi dan menyiapkan berbagai alternatif penawaran.
2. Fokus
pada solusi bukan pada masalah
Selain dari
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam negosiasi ada juga cara mempengaruhi orang
lain, yaitu:
1. Personal=
mempengaruhi orang lain dengan data dan fakta memberikan orang lain penjelasan
rasional.
2. Dengan
membuat orang lain senang
3. Memberikan
reward kepada orang lain.
Tujuan dari lobi
dan negosiasi yang saya ketahui adalah untuk mendapatkan kesepakatan dalam
mencapai keuntungan. Adapun teknik yang paling penting untuk digunakan pada
teknik lobi dan negosiasi yaitu Teknik
Angsa Hitam yang bertujuan untuk mengetahui apa yang tidak diketahui dan
mencari landasan emosi seseorang dalam membuat keputusan.
Tipe-tipe dari
negosiator:
1. Asertif
merupakan tipe yang jujur, to the point, suka menang
2. Akomodator
merupakan tipe suka bincang-bincang, jiwa sosial,dan ramah.
3. Analyze
merupakan tipe banyak bertanya dan sangat berhati-hati.
Contoh
kasus dalam lingkup HMJ: seringnya terjadi kesulitan untuk mendapatkan pemateri
dalam kegiatan kegiatan himpunan. Seperti kegiatan kajian umum, kajian khusus,
dan kegiatan lainnya yang mencakup lingkup wawasan literasi. Sehingga solusi
yang kemudian hadir yaitu melakukan lobby dan negosiasi terhadap saran-saran
pemateri untuk membujuk atau mempengaruhi agar dapat menyampaikan atau
membawakan materi untuk kegiatan tersebut.
C.
Kesimpulan
Lobi adalah
aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok dengan
tujuan mempengaruhi pimpinan organisasi lain maupun orang yang memiliki
kedudukan penting dalam organisasi dan pemerintahan sehingga dapat memberikan
keuntungan untuk diri sendiri ataupun organisasi dan perusahaan pelobi.
Negosiasi adalah
suatu proses dimana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama
atau bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan.
Kegiatan utamanya
adalah membangun sebuah relasi dengan pihak lain yang nantinya akan berdampak
kepada benefit perusahaan itu sendiri dimana mereka harus mampu memiliki kemampuan Lobby
dan Negosiasi. Adapun tujuan lobi antara lain: Untuk membangun
koalisasi dengan organisasi lain.
Lobi dalam negosiasi berfungsi
untuk melakukan pendekatan sehingga keputusan dapat diperoleh lebih awal dan
tidak berbelit belit. Lobi merupakan upaya persuasi, mengajak
atau upaya untuk merubah persepsi sehingga pihak lawan mau mendengarkan dan
mengakomodir kita
Penulis : Dipa (Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2019)
Komentar
Posting Komentar