Teknik Lobi Dalam Pembentukan Panitia Di Dalam Lembaga


Manusia merupakan makhluk yang cerdas,disiplin,jujur, sabar dan bertanggung jawab. Namun tidak semua manusia memiliki sifat tersebut, ada beberapa sebagian manusia yang kurang cerdas, kurang disiplin, tidak jujur, tidak sabaran serta tidak bertanggung jawab. Kondisi seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi namun bisa menjadi salah satu sumber penyebab adanya masalah, dikarenakan adanya perbedaaan pendapat dalam mendapat tanggapan dan penyelesaian persoalan.

Dalam lingkungan kehidupan organisasi kemasyarakatan, baik sosial, ekonomi, maupun politik, upaya untuk mencapai sasaran dengan menggunakan kekerasan, sudah bukan waktunya lagi namun dengan menggunakan strategi yaitu dengan teknik lobi dan negosiasi. Bahkan dalam menyelesaikan suatu perbedaan atau pertentangan maupun perbedaan kepentingan diperlukan musyawarah atau diskusi melalui lobi dan negosiasi, meskipun ada kalanya berlangsung alot dan membutuhkan waktu yang lama.

Seringkali orang awam akan menangkap kesan bahwa lobi dan negosiasi merupakan istilah lain untuk mengatakan “keterlibatan dalam konflik”. Namun menurut Oxford Dictionary negosiasi didefinisikan sebagai: “pembicaran dengan orang lain dengan maksud untuk mencapai kompromi atau kesepakatan, untuk mengatur atau mengemukakan.” Istilah-istilah lain kerap digunakan pada proses ini seperti: pertawaran, tawar-menawar, perundingan, perantaraan atau barter. Walau mengandung konflik, lobby atau negosiasi sejatinya merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi dan menyelesaikan konflik atau perbedaan kepentingan. Dengan mengembangkan kemampuan lobby dan negosiasi, setiap pihak bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya tanpa harus melakukan cara-cara ekstrim, seperti perang, pemaksaan, atau perebutan. [1]

Dengan kata lain negosiasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu keadaan yang dapat diterima kedua belah pihak. Negosiasi diperlukan ketika kepentingan seseorang atau suatu kelompok tergantung pada perbuatan orang atau kelompok lain yang juga memiliki kepentingan-kepentingan tersebut harus dicapai dengan jalan mengadakan kerjasama. Negosiasi adalah pertemuan antara dua pihak dengan tujuan mencapai kesepakatan atas pokok-pokok masalah yang :

1)      Penting dalam pandangan kedua belah pihak

2)      Dapat menimbulkan konflik di antara kedua belah pihak

3)      Membutuhkan kerjasama kedua belah pihak untuk mencapainya.

Dalam komunikasi politik, lobi politik dan retorika negosiasi sebaiknya dilakukan secara face to face dan door to door. Keduanya membutuhkan ruang yang lebih personal agar tujuan mempersuasi lebih dalam dapat dimungkinkan sehingga terjadi dialog dan kompromi. Komunikasi politik melalui antarpersonal dapat dimulai melalui percakapan telepon, chatting, dan berujung dengan pertemuan tatap muka. Bahasa dan retorika yang baik dalam hal ini menjadi perlu diperhatikan. Retorika bertujuan memengaruhi tiap pribadi individu mengambil sikap secara pribadi tanpa dipengaruhi oleh orang yang berada disekitarnya. Retorika juga dapat menciptakan negosiasi yang berlangsung secara berkelanjutan.

 

·      ARGUMEN

Lobi, negosiasi dan diplomasi merupakan bagian dari konsep komunikasi secara umum yang bertujuan mempengaruhi, menarik perhatian, manarik simpati, menimbulkan empati, menyampaikan informasi dari dan atau ke seseorang, kelompok, organisasi, perusahaan, lembaga negara bahkan negara. Selain itu, dalam konteks komunikasi, hal itu juga tidak lepas dari realitas dimana setiap orang membutuhkan informasi. Keberhasilan lobi, negosiasi dan diplomasi tidak lepas dari proses komunikasi yang baik. Dalam konteks proses komunikasi, negosiator memiliki peran sebagai komunikator yang mengawali proses terjadinya komunikasi dalam negosiasi. Karena itu sebagai komunikator, baik negosiator, lobbyist dan diplomat harus dapat memahami kliennya yang di pihak lain berperan sebagai komunikan.

Loby memiliki prinsip yaitu win win solution. Kata win win solution ini mengandung makna kemenangan bersama, dimana tercapai sebuah kondisi dimana kedua belah pihak sepakat dan terakomodir kepentingannya dalam keputusan yang dihasilkan. Win win solution juga bermakna tidak berat sebelah, sama sama bisa menerima keputusan tanpa keterpaksaan. Adapun  perbedaan negosiasi dan loby ialah pada prosesnya dimana dalam negosiasi penawaran solusi ada kalanya mengalami jalan buntu, jadi pada saat itulah persiapan untuk loby dengan penawaran baru setelah pertimbangan dari negosiasi sebelumnnya. Istilah win win solution pun disini tidak harus diartikan 50% antar 2 belah pihak, namun berapapun presentasinya asalkan tujuan dalam loby tercapai. hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mencapai hal tersebut ialah :

1)      Cepat memahami kendala negosiasi dan menyiapkan berbagai penawaran serta kita harus selalu fokus dalam mencari solusi

2)      Bersifat terbuka,koleberatif, serta selalu bekerja sama

 

Ada beberapa hal yang harus kita siapkan atau lakukan dalam melakukan negosiasi yaitu:

1)      Penampilan diri

Dalam hal ini kita harus memperbaiki penampilan kita, berpakaian rapi dan sopan tidak berpakaian urak-urakan

2)      Retorika

3)      Sikap (Bahasa Tubuh)

4)      Mirroring

Tujuan dilakukannya penyiapan diri sebelum melakukan negosiasi atau lobi agar kita bisa mendapatkan kesepakatan yang akan dibicarakan dalam rangka mendapat keuntungan. Salah satu teknik yang paling bisa kita pakai adalah dengan memakai teknik Angsa Hitam atau biasa disebut Black Shawn  yaitu untuk mengetahui apa yang tidak kita ketahui dan mencari landasan emosi seseorang dalam membuat keputusan. Adapun tipe negosiator yaitu:

1)      Asertif

Dalam hal ini negosiator bersifat jujur, to the point, dan suka menang. Namun kekurangannya mereka tidak perfeksionis yang membuat kegiatan tersebut menjadi apa adanya.

2)      Akomodator

Negosiator disini bersifat ramah, suka berbincang, dan memiliki tingkat sosial yang tinggi namun hal tersebut bisa membuat mereka keluar dari jalur pembicaraan dan selalu mengiyakan pada hal yang tidak sanggup mereka kerjakan

3)      Analis

Sifat dari analis disini banyak berbicara, dan berhati-hati dalam membuka pembicaraan namun kekurangan dari sifat ini yaitu memunculkan negosiasi baru dikarenakan mereka memberikan gambaran yang real.

            Dalam mempengaruhi seseorang kita bisa menggunakan personal persuasive atau mempengaruhi orang lain dengan data dan fakta memberi orang lain penjelasan secara rasional, mempengaruhi orang lain dengan cara senang, memberikan reward atau imbalan.

            Salah satu contoh yang bisa gunakan untuk lobi yaitu dalam pembentukan panitia dimana seorang pelobi disini melakukan negosiasi terlebih dahulu kepada orang-orang yang akan diberikan jabatan. Namun pertama-tama hal yang harus dilakukan adalah melihat situasi dan kondisi orang-orang yang akan diberikan tanggungjawab semisal waktu kepanitian yamg berdempetan sehingga mempengaruhi psikologi dari para orang-orang tersebut sehingga berkemungkinan adanya social loafing dalam kepanitian nantinya berupa ketidaktertarikan mengambil posisi-posisi strategis, adanya keinginan tidak aktif karena merasa jenuh serta beberapa social loafing lainnya. Jadi harus ada sebuah kohesivitas yang dilakukan dalam proses dialektika pembentukan kepanitiaan.

            Proses negosiasi dalam pembentukan kepanitiaan jelas harus memberikan keputusan yang tepat, seringkali adanya sesuatu keterpaksaan yang terjadi karena adanya sebuah budaya feodalisme dalam pengambilan keputusan dari sang pemberi kebijakan tersebut. Jadi adanya persiapan yang baik setelah menganalisis dinamika yang terjadi itu penting yakni bagaimana penampilan diri yang berwibawa memberikan kesan yang baik, bahasa tubuh yang sopan agar tidak dianggap hanya bisa menunjuk saja serta penyampaian dengan retorika yang baik. Setelah semua itu dilakukan harus ada sebuah ruang untuk mendengarkan bagaimana lawan bicara berpendapat tentang penyampaian yang disampaikan. Adapun ketika negosiasi berjalan dengan buntu disinilah upaya loby dilakukan.

            Dalam loby ini pertimbangan dari keinginan lawan bicara harus dilihat dengan jeli, landasan argument mereka harus diketahui, kendala yang dihadapi sehingga lahirlah sebuah solusi semisal kendala mereka ialah adanya sebuah rasa takut untuk bekerja sendiri akibat dari pengalaman kepanitiaan sebelumnya, jadi disini adanya sebuah kesepakatan untuk bekerja kolektif adalah salah satu solusi dengan memberikan kesempatan masing-masing untuk bisa menyampaikan komitmen untuk menyukseskan kepanitiaan sehingga timbul rasa percaya pada kelompok.

·         KESIMPULAN

Negosiasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai suatu keadaan yang dapat diterima kedua belah pihak. Negosiasi diperlukan ketika kepentingan seseorang atau suatu kelompok tergantung pada perbuatan orang atau kelompok lain yang juga memiliki kepentingan-kepentingan tersebut harus dicapai dengan jalan mengadakan kerjasama. Negosiasi adalah pertemuan antara dua pihak dengan tujuan mencapai kesepakatan atas pokok-pokok masalah. Sedangkan lobi adalah upaya satu pihak untuk melakukan pendekatan dan melakukan kerja sama kepada sesame lobi yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi untuk mencapai tujuan yang sama.

Oleh karena itu dalam hal lobi dan negosiasi tersendiri mempunyai banyak teknik atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan negosiasi dan lobi. Dalam loby ini pertimbangan dari keinginan lawan bicara harus dilihat dengan jeli, landasan argument mereka harus diketahui, kendala yang dihadapi sehingga lahirlah sebuah solusi semisal kendala mereka ialah adanya sebuah rasa takut untuk bekerja sendiri akibat dari pengalaman kepanitiaan sebelumnya, jadi disini adanya sebuah kesepakatan untuk bekerja kolektif adalah salah satu solusi dengan memberikan kesempatan masing-masing untuk bisa menyampaikan komitmen untuk menyukseskan kepanitiaan sehingga timbul rasa percaya pada kelompok.

 

Penulis : Tipa Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2019

[1] Anna Gustina Zainal, ‘Teknik Lobi Dan Negosiasi’, 2018, 136.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS