OPTIMALISASI SISTEM KADERISASI UNTUK PENGEMBANGAN ORGANISASI
A. PENDAHULUAN
Kaderisasi dapat diibaratkan sebagai jantung dalam sebuah organisasi,
tanpa adanya organisasi rasanya akan sulit dibayangkan suatu organisasi
mampu berkembang.
Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan generasi generasi baru yang akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi.
Jadi, kaderisasi merupakan suatu kebutuhan internal yang dilakukan demi
keberlangsungan dan kelancaran organisasi.
Pengembangan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan
teknis, konseptual, moral, teoritis, karyawan sesuai dengan kebutuhan dalam
sebuah organisasi. Organisasi adalah persekutuan dua orang atau lebih yang
bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok
orang yang disebut bawahan. Jadi, dapat disimpulkan pengembangan
organisasi adalah
1. Suatu upaya atau proses jangka panjang yang dilakukan sebuah
organisasi untuk memperbaiki proses pemecahan masalah
2. Upaya terencana yang dilakukan organisasi untuk meningkatkan
efektifitas atau memungkinkan organisasi untuk mencapai sasaran
strategisnya
B. PEMBAHASAN
Organisasi seperti HMJ yang memiliki tujuan mengembangkan kader yang diharapkan dapat memiliki jiwa loyalitas, solidaritas semangat juang intelektualitas, kritis serta memahami sistwem kelembagaan. Artinya hmj harus melakukan upaya-upaya untuk mempersiapkan kader yang dapat mewarnai kehidupan bangsa dan Negara yang dapat memasuki berbagai lini dan sector kehidupan seperti akademisi dan lain-lain. Upaya pengembangan organisasi bertitik tolak pada kemampuan anggota dan kader dalam merumuskan ide dan gagasan secara individual maupun secara kolektif.
Berkembang atau tidaknya suatu organisasi tergantung bagaimana masing-masing kader melakukan upaya-upaya sebagai langkah strategis guna mencapai tujuan organisasi tersebut. Artinya langkah pengembangan organisasi merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap kader agar cita-cita yang tertuang dalam konstiusi dapat terlaksana. Seorang kader harus mampu memahami strategi apa yang harus dilakukan dalam mengembangkan organisasi. Adapun tahapan-tahapan dalam pengembangan organisasi adalah :
1. Pengamatan Artinya seorang kader dapat mencermati dan mengidentifikasi apa-apa yang menjadi problem pada organisasi tersebut sebagai langkah awal prosen pengembangan organisasi.
2. Mencari kelemahan Yang dimaksud mencari kelemahan adalah kader dapat mengetahui titik permasalahan yang di hadapi pada organisasi
3. Strategi Setelah mengetahui kelemahan dan pokok permasalahan kader mampu menyusun strategi yang terstruktur untuk memecahkan masalah
4. Evaluasi Evaluasi juga dianggap pnting sebgai salah satu tahapan penting dalam mengembangkan organisasi, karena melalui evaluasi dapat mengetahui apa-apa yang telah dilakukan sudah benar atau tidak, dan menunjukkan apakah perlu adanya pekerjaan lebih lanjut. Bertumbuh kembangnya organisasi merupakan tanggung jawab setiap kader, pengembangan merupakan suatu hal yang berkaitan dengan perencanaan program jangka panjang dan jangka pendek untuk mewujudkan tujuan organisasi.
Dalam mencapai tujuan pengembangan organisasi perlu di pahami mengenai teknik-tenik yang ideal dalam pengembangan organisasi, yaitu :
1. Latihan kepekaan Dengan latihan kepekaan dimana setiap kader atau anggota berkumpul bersama dalam suasan bebas dan terbuka dimana setiap anggota mendiskusikan diri mereka sendiri dan proses interaksi mereka. Dengan latihan kepekaan ini mendorong kader memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain, meningkatkan keahlian dalam mendengarkan pendapat orang lain, meningkatkan keterbukaan dan toleransi kepada orang lain.
2. Menetapkan pemimpin yang ideal Dalam suatu organisasi tentunya perlu memiliki seorang pemimpin sebagai kepala dalam organisasi, sebagai penggerak dan pengarah, dan sebagai seorang panutan yang diharap mampu mengembangkan organisasi agar lebih progresif. Namun, apabila pemimpin suatu organisasi memiliki kepentingan lain dan tidak sesuai dengan arah dan tujuan organisasi tersebut maka organisasi tidak mungkin akan bias berkembang seperti yang diharapkan.
3. Konsultasi Proses konsultasi dalam pengembangan organisasi yang mungkin menjadi salah satu tugas dan fungsi salah satu anggota organisasi dimana mampu mengatasi dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang perlu ditingkatakan dan diperbaiki, serta mampu memahami permasalahan yang ada.
4. Pembentukan Tim Setiap organisasi pada dasarnya sangat mengandalkan pada sekumpulan orang untuk dapat menyelesaikan tugas secara berkelompok.
5. Program Kerja Dalam menyusun program kerja juga diperlukan pemikiran dan prediksi yang tajam, karena program kerja yang disusun bukan hanya untuk peningkatan keberlangsungan organisasi namun juga harus selaras dengan tujuan organisasi ini dibentuk
6. Keuangan Dalam melakukan program kerja dan hal-hal lainnya tidak dapat berjalan apabila keuangan dalam organisasi tidak ada. Jadi perlu juga memilih penanggung jawab keuangan yang jujur dan transparansi agar dana dapat disusun efektif dan efisien sesuai dengan program kerja yang dingin dilaksanakan
C. PENUTUP
Pada kesimpulannya, sebuah organisasi dapat berkembang dengan optimal jika pola kaderisasi dalam organisasi tersebut terstruktur dan memahami strategi-strategi dalam pengembangan oranisasi seperti yang dijelaskan diatas. Strategi-strategi yang dilaksanakan dalam bentuk intervensi nyata untuk kemudian diukur dan dinilai hasilnya
Kipran Kasim (Humas dan Advokasi 2022)
Komentar
Posting Komentar