PENGARUH DINAMIKA KELOMPOK DALAM KEGIATAN KEPANITIAAN
Dalam lingkup universitas terdapat banyak peran yang terlibat aktif dalam menjalankan tugasnya seperti Rektor yang sebagai kepala universitas, Dekan yang sebagai pimpinan disetiap fakultas dan Ketua jurusan sebagai penanggung jawab disetiap jurusan. Dan semuanya saling terhubung menjalankan tugasnya masing-masing agar universitas menjalankan tugasnya sebagai wadah bagi para penuntut ilmu. sedangkan, Dalam lingkup mahasiswa terdapat peran yang disebut Himpunan Mahasiswa Jurusan yang sebagai pengurus oprasional mahasiswa dijurusan terkait. Dalam menjalankan kegiatan himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) biasanya membuat kepanitiaan guna mengefisiensi pembagian tugas kerja, maka dari itu ditunjuklah beberapa orang untuk menjadi tim pelaksana yang didampingi langsung oleh pengurus HMJ.
Adanya bentuk kepanitiaan ini berguna sebagai cara mengenal diri sendiri dan mengenal orang lain, mengenal modalitas lingkungan dan gaya lingkungan, Kerjasama tim dan membangun komitmen diri. Dengan kepanitiaan ini diharapkan dapat mengenali potensi dirinya untuk membangun nilai-nilai dan norma, dan dapat mengerti bahwa Kerjasama dalam tim adalah merupakan ilmu pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang pada akhirnya akan merupakan modal dasar untuk melaksanakan tanggung jawab diluar sana. Dinamika kelompok menggambarkan adanya gerakan bersama dari sekumpulan orang atau kelompok dalam melakukan aktivitas organisasi.
Dinamika kelompok merupakan suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai Kerjasama kelompok. Artinya metode dan proses dinamika kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok yang semula terdiri dari kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma, dan satu cara pencapaian yang disepakati Bersama. Sejalan dengan hal tersebut terdapat beberapa kendala yang umumnya terjadi didalam proses kepanitian, seperti tidak terlibat aktifnya para panitia dalam proses kegiatan sehingga menimbulkan kontradiksi dari tujuan dinamika kelompok yang tertulis diatas yang berarti ada sebab sehingga kepanitiaan tersebut dapat melenceng dari tujuan utamanya. Berangkat dari hal tersebut penulis ingin membahas tentang pengaruh dinamika kelompok dalam kegiatan kepanitiaan.
Kepanitaan menurut beberapa orang adalah tim kerja atau tim pelaksana dalam menyukseskan kegiatan. Dalam kepanitiaan terdiri dari ketua yang bertugas mengatur beberapa divisi atau bidang dalam kepanitiaan dan divisi-divisi tersebut memiliki tugas atau tanggung jawab yang berbeda satu sama lain. Adanya focus kerja dalam masing-masing pihak dalam kepanitiaan membuat kinerja anggota lebih stabil dan tidak adanya beban ganda masing-masing pihak maka hal itulah kepanitiaan disebut tim kerja yang menyukseskan kegiatan.
Walaupun demikian kepanitian akan mengalami kendala jika orang-orang yang terlibat tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab yang semestinya. Hal-hal yang membuat kepanitiaan tdk berjalan sesuai yang direncanakan karena adanya kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh beberapa pihak yang mengakibatkan tdk terlaksananya tujuan kegiatan secara maksimal. Kesalahan kesalahan yang kerap terjadi adalah adanya beberapa anggota yang merasa tidak terlibat disetiap proses berjalannya kepanitiaan yang diakibatkan adanya sekat dalam pertemanan, dan tidak adanya kepercayaan terhadap anggota lain.
Dan juga tidak adanya rasa tanggungjawab pada tugas yang diberikan sehingga mengakibatkan proses kegiatan berjalan secara tidak maksimal. Permasalahan seperti diatas menjadi topik berbincangan dalam ilmu dinamika kelompok. Karena dinamika kelompok adalah metode atau proses membangun kelompok yang semula terdiri dari kumpulan individu- individu yang belum saling mengenal dan tidak saling percaya menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan. terkait permasalahan adanya sekat, didalam ilmu dinamika kelompok dapat diatasi dengan menciptakan situasi dimana individu yang memiliki sekat diberikan tugas penangung jawab(PJ) Bersama dengan invidu yang tidak memiliki sekat.
Permasalahan lain yang juga terjadi dalam kepanitiaan berupa adanya ketidakpercayaan sesama panitia, hal itu dapat terjadi dikarenakan oknum panitia tidak merasa yakin terhadap tugas atau tanggungjawab dapat terselesaikan jika bukan dia yang menyelesaikannya. Hal yang serupa jika oknum tersebut yang bersangkutan dinilai tidak mampu karna adanya bukti empiris dalam tugas yang diberikan sehingga dikhawatirkan terjadi kesalahan untuk kedua kalinya.
Dalam dinamika kelompok permasalahan tersebut dapat diatasi dengan dibentuknya hubungan yang dekat antar panitia yang saling tidak percaya sehingga timbulnya kerja sama antar anggota kelompok. Masalah-masalah seperti kelompok diatas harus diperhatikan sejeli mungkin karna mempengaruhi kinerja organisasi, maka dari itu ketua panitia harus sigap untuk memperhatikan para anggotanya dan pengurus sebagai pembentuk tim kepanitiaan dapat memberikan pendampingan yang menyeluruh, bukan hanya saat tugas kepanitiaan dijalankan tetapi juga saat kegiatan diluar kepanitian sehingga untuk panitia yang memiliki masalah ataupun keresahan dapat mengkomunikasikan langsung pada pengurus.
Berdasarkan permasalahan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kepanitiaan dinamika kelompok mempunyai peran yang sangat penting bukan hanya dalam hal menciptakan kerukunan dalam kelompok tapi juga merawat dan menjaga hubungan antar panitia saat ini. Guna menjadi pengembangan individu bagi masing-masing panitia dan dapat meningkatkan hubungan antar kelompok maka diperlukan kesadaran bagi pengurus untuk menggunakan dinamika kelompok untuk melihat permasalahan-permasalahan yang terjadi.
Beserta cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak menutup kemungkinan selalu ada perbedaan sifat dan sikap dalam kepanitiaan tapi bukan berarti suatu alasan mempengaruhi kinerja kepanitiaan. Maka dari itu melihat dampak dari masalah yang ditimbulkan dinamika kelompok pada kepanitiaan, perlu diselesaikan secepat mungkin karena bukan Cuma mempengaruhi pada kegiatan saat itu tapi juga kegiatan selanjutnya baik itu persoalan kekurangan massa kepanitiaan maupun hilangnya semangat organisasi dari panitia.
Mila ( Usaha Pemberdayaan Ekonomi 2020)
Komentar
Posting Komentar