Public Speaking di kalangan Mahasiswa

 

Pendahuluan

Mahasiswa memiliki banyak potensi dan kesempatan, hal ini menjadikan mahasiswa dapat dikatakan sebagai komunitas yang unik. Dengan demikian, mahasiswa memiliki peran penting untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat demi menjadikan negara Indonesia yang lebih maju. Namun apakah gelar sarjana dan indeks prestasi yang tinggi saja mampu menjadi jaminan untuk mengarungi kehidupan pasca sarjana? Sepertinya tidak. Dunia saat ini membutuhkan tidak hanya bermodal dua aspek tersebut. Ada elemen yang lebih penting yaitu kemampuan soft skills. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi (public speaking), teamwork dan leadership. Kemampuan soft skills memang tidak diajarkan ketika bangku kuliah, melainkan didapat dari pengembangan diri salah satunya melalui organisasi mahasiswa.

Pembahasan

Mahasiswa adalah seorang yang menempuh Pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi. Akan tetapi mahasiswa bukan sekedar seseorang yang hanya belajar di perguruan tinggi akan tetapi mahasiswa memiliki arti yang cukup luas. Kata mahasiswa berasal dari kata “maha” dan “siswa” yang artinya “maha” yaitu besar sedangkan siswa yaitu seorang pelajar, jadi mahasiswa yaitu seseorang yang menjadi agen perubahan besar, dan secara umum mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dibandingkan dengan seorang siswa, yang biasanya seorang siswa masih menunggu intruksi dari guru akan tetapi mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif agar semua tindakannya bisa berbuah hasil. Mahasiswa harus memiliki soft skill yang lebih agar dapat bersaing di dunia kerja nantinya.

Soft skill sebagai salah satu aspek kompetensi yang penting namun jarang sekali termuat dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Sehingga, sangat diperlukan untuk mengetahui dan melatihnya sendiri. Karena soft skill bisa didapatkan dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain salah satunya bisa public speaking.

Berbicara didepan umum atau yang biasa kita sebut public speaking merupakan kemampuan mengekspresikan ide atau gagasan dihadapan orang banyak yang berintikan pada interaksi sosial. Sebagai mahasiswa, kita selalu dihadapakan pada kesempatan untuk bertanya, memberikan pendapat, saran, kritikan, ataupun gagasan yang kita punya. Dengan public speaking kita akan menjadi mahasiswa yang lebih berani untuk memberikan gagasan, pendapat dan saran. 

Menurut Soekanto suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu:

1. Adanya kontak sosial (social-contact);           

2. Adanya komunikasi.          

Dewasa ini, public speaking menjadi sorotan yang begitu sering diperbincangkan. Tidak hanya para akademisi dan pegawai-pegawai kantor, bahkan orang-orang besar. Serta ahli-ahli pun membicarakannya. Ada juga ilmuwan yang malah mempelajarinya agar mudah dalam menjelaskan teorinya disebuah konferensi atau pun seminar. Sebab public speaking bukan hanya ilmu yang berbentuk teori sehingga tampak membosankan tetapi lebih kepada praktek. Sejalan dengan kalimat tersebut, Webster’s Third new International Dictionary menyebutkan dua pengertian public speaking, yakni:

1. The act of process of making speeches in public (sebuah proses penyampaian pidato di hadapan publik)

2. The act of science of effective oral comnmunication with an audience (sebuah ilmu komunikasi lisan yang efektif melibatkan para audiens atau pendengar).

Presentasi merupakan salah satu bentuk public speaking. Menurut King banyak presentasi yang tidak cukup dengan hanya bicara. Dalam abad ini, visual sangat membantu untuk menambah apa yang ada katakan dengan apa yang dapat dilihat oleh audiens melalui penggunaan gambar-gambar seperti slide diagram, grafik, dan gambar. Kebanyakan mahasiswa tidak memberikan penjelasan secara lugas dalam sebuah presentasi. Kondisi ini menimbulkan kejenuhan tersendiri bagi mahasiswa lainnya. Sehingga apa yang terlihat dalam slide hanya membekas dikepala dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan karena kurangnya penjelasan dari setiap slide yang ditampilkan.

Untuk itu diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap public speaking. Dengan menguasai empat faktor penting dalam public speaking, yakni Kata-kata, Nada suara (intonasi), Bahasa tubuh (Gesture), dan Arti yang ditangkap. Setelah memahami dan menguasainya, latihan harus dilakukan agar menambah kepercayaan diri sehingga dalam penyampaian nantinya tidak menimbulkan ketidakmenarikan.

 

Penutup

Public speaking merupakan salah satu kemampuan komunikasi yang penting dimiliki oleh mahasiswa. Hal ini dikarenakan saat berkuliah, pasti mahasiswa diberikan tugas untuk melakukan presentasi di kelas atau bisa juga presentasi dalam organisasi yang diikuti. Soft skill Public Speaking akan mampu memberikan banyak manfaat dan juga keuntungan. public speaking penting untuk mahasiswa karena dapat membangun rasa kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan berpikir kristis, dan meningkatkan keterampilan diri dalam berbicara di depan umum.

arifuddin Islam  ( Humas dan Advokasi 2022)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS