Epistemologi II (Lanjutan)

Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Yunani klasik epistēmē yang berarti pengetahuan (knowledge) dan logos yang berarti penjelasan atau ilmu. Menurut Abdul Munir Mulkan, epistemology adalah ilmu yang dipelajari untuk mengetahui segala macam bentuk aktivitas dan pemikiran manusia yang selalu memertanyakan dari mana asal muasal ilmu pengetahuan itu diperoleh. 

Kehadiran epistemologi menjadi sangat penting dalam menemukan pemahaman manusia yang berpengetahuan dengan cara merespon dan memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bidang epistemologi. Dalam konteks epistemologi, pengertian pengetahuan mengacu pada pemahaman manusia tentang suatu hal yang memungkinkan mereka membedakan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi kebingungan antara pemahaman tentang suatu hal dengan tujuannya, yang menyebabkan kekaburan dalam pengertian. Namun, sebenarnya, hal tersebut memiliki perbedaan. Pemahaman tentang suatu hal berhubungan dengan sasaran yang ingin dicapai, sedangkan tujuan hampir sama dengan harapan. Meskipun berbeda, pemahaman dan tujuan memiliki hubungan yang saling terkait, karena pemahaman tentang suatu hal adalah yang membantu kita mencapai tujuan.

Epistemologi, sebagai bagian dari filsafat, mempunyai fokus khusus. Menurut Jujun S. Suria Suamantri, epistemologi berkaitan dengan "proses-proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan." Proses ini menjadi sasaran epistemologi dan sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk mencapai tujuan, karena sasaran tersebut merupakan tahap perantara yang harus dilewati untuk mencapai tujuan. Tanpa sasaran, tujuan tidak akan tercapai, begitu pula sebaliknya, tanpa tujuan, sasaran tidak akan terarah.

Jacques Martain menyatakan bahwa tujuan epistemologi bukan hanya tentang menjawab pertanyaan apakah kita bisa tahu atau tidak, melainkan untuk menemukan persyaratan yang memungkinkan kita mendapatkan pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan epistemologi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, meskipun hal tersebut tidak dapat dihindari. Yang lebih penting dalam tujuan epistemologi adalah memiliki kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, epistemology adalah salah satu cabang dari Ilmu Filsafat. Rumusan tujuan epistemologi tersebut memiliki makna strategis dalam dinamika pengetahuan. Rumusan tersebut mengajak kita untuk tidak puas hanya dengan memperoleh pengetahuan saja, tanpa memperhatikan cara atau bekal yang diperlukan untuk memperolehnya. Memperoleh pengetahuan secara pasif hanya menunjukkan sikap yang tidak aktif, sementara, selalu mencari cara untuk memperoleh pengetahuan menunjukkan sikap yang dinamis.

Foto Nur Hasma Aprilia H

Penulis : Nur Hasma Aprilia H Mahasiswi Ekonomi Islam Angkatan 2022

Editor : Husnul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS