MEMBANGUN KESADARAN BERORGANISASI, BERGERAK DENGAN HATI BERTINDAK DENGAN PIKIRAN
PENDAHULUAN
Dalam berorganisasi perlu adanya kesadaran diri dalam berorganisasi, apalagi sebagai mahasiswa sangat penting kesadaran dalam menjalankan roda organisasi. Seperti halnya dalam membangun kesadaran tentu tak kalah penting dalam sebuah organisasi apalagi kerja-kerja yang inisiatif sangat diperlukan demi keberlangsungan sebuah organisasi itu sendiri. Dengan menggerakkan diri melaksanakan tupoksi bidang tentu sangat diperlukan dalam berorganisasi.
PEMBAHASAN
Banyak dari kita menganggap jika memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk tujuan baik itu merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Namun, daya tangkap masing-masing individu itu berbeda. Kesadaran untuk melakukan sesuatu itu muncul apabila hati dan pikiran itu ikhlas dan tulus untuk melakukannya. Tidak dengan paksaan. Namun, banyak fenomena terjadi di lingkungan bahwa dengan paksaan orang akan menjadi lebih terbiasa melakukan sesuatu. Di ranah organisasi seperti hmj ei contohnya
Kesadaran internal perlu ditumbuhkan dan dibangun sehingga dapat mencetak kader-kader yang militan serta tidak mengedepankan sikap egois dalam mengambil keputusan. Namun faktanya, tidak semua pengurus memiliki kesadaran dalam berorganisasi, terutama dalam hal kerja sama. Contohnya, suatu ketika seorang kader yang hanya sekadar ikut-ikutan saja dan menunggu instruksi untuk melakukan sesuatu. Orang ini berpikir kalau melakukan hal tanpa diperintah terlebih dahulu itu berujung melakukan kesalahan. Tentunya hal ini menyebabkan terjadinya miss communication.
Pentingnya menumbuhkan kesadaran dan kepekaan ini seharusnya sudah diketahui sejak kita mulai berkecimpung di dunia organisasi. Sebagai pengurus yang mempunyai tanggun jawab yang tinggi dan etos kerja yang baik, seharusnya kepekaan kita itu sudah seharusnya menjadi prinsip kita dalam menjalankan suatu amanah atau kewajiban. Namun faktanya, tidak semua orang memiliki prinsip yang sama Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya progres proker di hmj tidak berjalan dengan road maps. Akibatnya, target dan tujuan yang sudah dirancang tidak terlaksana dengan baik.
Lalu bagaimana menumbuhkan kesadaran internal dalam organisasi?
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran internal, misalnya dengan memberi contoh mulai dari diri kita sendiri dan melakukan bimbingan rutin atau merawar terhadap kader. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kader baru saja, melainkan untuk semua kader yang merasa dirinya belum maksimal dalam melaksanakan Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran internal, misalnya dengan memberi contoh mulai dari diri kita sendiri dan melakukan bimbingan rutin atau merawar terhadap kader. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kader baru saja, melainkan untuk semua kader yang merasa dirinya belum maksimal dalam melaksanakan roda kepemimpinan. Saling bertukar pikiran dan bincang santai juga sangat membantu sesama kader agar memudahkan kita dalam memahami satu sama lain. Terkadang kegiatan-kegiatan itulah yang sangat dirindukan oleh para kader di tengah padatnya jadwal program kerja yang harus dilaksanakan.
Kita seharusnya mengerti bahwa tidak semua orang mampu untuk melakukan apa yang kita inginkan. Tiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda, baik itu fisik, mental maupun pemikirannya. Jadi, untuk menumbuhkan kesadaran internal perlu adanya kerjasama dan kesepakatan bersama bahwa kita di organisasi itu merupakan satu tubuh. Jika satu bagian badan sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya.
Mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi itu perlu dilakukan. Melakukan sesuatu tanpa paksaan, melainkan dengan bimbingan agar kita lebih tahu cara melakukan yang benar dan menjadi muhasabah diri untuk kedepannya. Maka dari itu, perlu bagi kita untuk bergotong-royong agar terciptanya organisasi yang inovatif dan mandiri.
PENUTUP
Nah sebagai penutup kita masih perlu membangun kesadaran dalam berorganisasi terlebih lagi ketika kita menjadi pengurus atau penggerak organisasi, sudah seharusnya pengurus adalah orang yang bisa mengurus organisasi bukan lagi mereka yang mau di urus.
Pentingnya menumbuhkan kesadaran dan kepekaan ini seharusnya sudah diketahui sejak kita mulai berkecimpung di dunia organisasi. Sebagai pengurus yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi dan etos kerja yang baik, seharusnya kepekaan kita itu sudah seharusnya menjadi prinsip kita dalam menjalankan suatu amanah atau kewajiban. Namun faktanya, tidak semua orang memiliki prinsip yang sama Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya progres proker di hmj tidak berjalan dengan road maps. Akibatnya, target dan tujuan yang sudah dirancang tidak terlaksana dengan baik.
![]() |
| "Jika proses adalah luka maka bertahanlah karena cinta" |
Penulis : Andi Achmad Ghazali (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Angkatan 2021)

Komentar
Posting Komentar