PENTINGNYA PUBLIC SPEAKING DALAM BERLEMBAGA
PENDAHULUAN
Dalam sebuah proses komunikasi, Public speaking merupakan salah satu bentuk penjabaran dalam model komunikasi satu arah ( one way communication) dimana pesan yang disampaikan dalam bentuk searah dari seorang komunikator terhadap komunikan. Namun jika dilihat dari perspektif komunikan public speaking termasuk kedalam bentuk komunikasi kelompok, karena dalam proses penyampaian pesan kominikator langsung bertatap muka dengan komunikannya. Istilah public speaking berawal dari ahli retorika, yang mengartikan retorika ini merupakan seni (keahlian) berbicara atau berpidato yang sudah berkembang sejak abad sebelum masehi. Secara sederhana, public speaking dapat diartikan sebagai proses berbicara kepada sekelompok orang dengan tujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi (mempersuasi) dan menghibur audiens.
PEMBAHASAN
Secara umum public speaking adalah proses komunikasi yang dilakukan di hadapan khalayak ramai atau sekelompok orang. Pada umumnya, public speaking bertujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi, atau menghibur orang banyak, ada beberapa unsur-unsur yang terdapat pada pengembangan public speaking sebagai berikut:
A. Pembicaraan
Dalam proses komunikasi selalu terjadi penyampaian pesan dari
seorang pembicara kepada sekelompok pendegar. Baik ketika berbicara pada 20 atau 500 pendengar, pembicara menjadi kunci utama yang harus dipenuhi oleh seorang pembicara adalah menyampaikan pesan yang dapat dimengerti oleh pendengarnya. Ini berarti seorang pembicara harus dapat membuat audiens melibatkan pemikiran dan perasaan mereka.
Pengenalan terhadap pendengar merupakan hal yang kritis dalam persiapan dan sepanjang penyampaian suatu pembicaraan. Pembicaraan mengenai kehidupan sosial kampus misalnya, akan berbeda sebagai pendengar untuk calon mahasiswa dibandingkan dengan seorang alumnus. Pembicaraan tentang pertanian akan berbeda sebagai para petani dan para para pendengar agrobisnis. Meskipun pokok pembicaraannya sama, hakiki dari pendengar akan mempengaruhi mereka bagimana menjelaskan, dan merancang nada atau sikap pembicara. Dalam mempersiapkan isi pembicaraan, pembicara akan menganalisis para pendengar dan mencoba memenuhi hal-hal apa yang diinginkan atau diharapkan oleh pendengar secara tetap.
B. Pesan
Pesan merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator
Pesan adalah isi yang dikomunikasikan pembicara dan pendengar terdiri dari pesan verbal dan non verbal. Bahasa adalah pesan verbal sementara pesan non verbal terdiri dari nada suara, kontak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, postur tubuh, dan penampilan. Secara ideal, baik pesan verbal maupun non-verbal harus saling melengkapi dan berkerja bersama secara seimbang. Bila tidak, maka pendengar akan memilih apakah akan menerima pesan verbal atau non-verbal. Untuk mengatasi hal ini, pembicara harus memastikan bahwa isyarat non-verbal yang disampaikannya mendukung pesan verbal yang diucapkannya.
C. Medium
Medium adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
Sebuah pidato dapat disampaikan pada pendengar dengan berbagai cara; contohnya melalui suara, radio, televisi, pidato di depan publik (public address), dan multimedia. Pengirim pesan akan memilih saluran atau medium itu tergantung situasi, tujuan yang hendak dicapai dan jumlah pemenerima pesan yang di hadapi.43 Untuk berbicara di depan rekan-rekan kerja, medium yang digunakan dapat berbentuk public address. Medium ini akan efektif bila didukung oleh format ruangan dan akustik yang baik.
D. Pendengar (Audiens)
Pendengar adalah penerima pesan yang dikirimkan oleh
pembicara. Walaupun seseorang pembicara dapat berbicara dengan lancar dan dinamis, namun ukuran kesuksesan sebuah public speaking speech adalah bila pendengar menerima dan memaknai isi pesan yang disampaikan dengan tepat. Kegagalan sebuah proses komunikasi dapat disebabkan oleh pembicara maupun pendengar. Meskipun pembicara adalah elemen utama, namun pendengar juga memainkan peranan penting. Pendengar yang baik adalah yang dapat mendengarkan pesanyang disampaikan dengan pikiran terbuka, menahan diri untuk menilai seorang pembicara tanpa mendengarkan seksama.
E. Umpan balik ( Feed Back)
Umpan balik adalah respon yang diberikan oleh pendengar
kepada pembicara. Umpan balik dapat berbentuk verbal maupun non verbal. Umpan balik verbal biasanya disampaikan dalam bentuk pertanyaan atau komentar seorang (atau lebih) audiens. Pada umumnya, audiens akan menahan diri untuk umpan balik sampai pembicara telah selesai menyampaikan materinya sehingga sesi pertanyaannya dimulai. Audiens juga dapat memberikan umpan balik secara non verbal. Bila pendengar mengangguk dan tersenyum, itu berarti mereka setuju dengan pesan yang disampaikan pembicara. Bila pendengar murung dan duduk dengan tangan terlipat, biasanya pendengar memandang dengan ekspresi kosong dan menguap, itu sebenarnya isyarat bahwa mereka bosan atau lelah.
Umpan balik (feed back), yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan, yang sekaligus digunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai efektivitas pesan yang disampaikan sebelumnya. Apakah dapat dimengerti, dapat diterima, menghadapi kendala dan sebagainya,
Selain dari unsur public speaking terdapat Metode public speaking yang dimaksud dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :Impromptu speech, artinya seseorang untuk menyampaikan gagasannya tidak melakukan banyak persiapan. Dengan kata lain seorang public speaking bekerja secara mendadak.Manuscript speech, artinya seseorang dapat melihat naskah saat menyampaikan gagasannya. Dalam hal ini saya sertakan contoh naskah yang dapat dibaca oleh seorang perwakilan mahasisawa dalam penerimaan
KESIMPULAN
Kepentingan akan kemampuan berbicara di depan publik sudah sangat mutlak. Kemampuan ini mendasari kesuksesan setiap orang diberbagai bidang. Seorang public speaker dengan perannya sebagai pemberi pengaruh dan manfaat bagi para pendengar dituntut untuk tampil meyakinkan. Semua perkataan, penampilan, dan perilakunya dapat saja menjadi inspirasi bagi para pendengarnya. Untuk itu, unsur motivasi komunikasi harus melekat dalam diri seorang public speker guna menghindari kekhawatiran-kekhawatiran yang membuat ia ragu dengan kemampuannya.
Ketenangan seorang public speaker ditentukan oleh kesempurnaan persiapannya. Kemudian setiap proses pelaksanaanya dilakukan dengan sistematis. Maka, seorang public speaker akan mendapatkan kesuksesan apabila ia telah berhasil menjalankan strateginya dan menerapkan teknik-teknik berkomunikasi yang efektif. Strategi dan teknik tersebut dilaksanakan sebelum berbicara, saat berbicara, setelah berbicara, dan selama proses pengulangan kegiatan dikesempatan berikutnya.
![]() |
| "jangan bersifat seperti korek yang kerjanya cuma menghabiskan" |
Penulis : Alif Akbar Kamil (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Angkatan 2021)

Komentar
Posting Komentar