Critical Riview Reading Book Rekayasa Sosial Karya Jalaludin
Buku karya Jalaludin
ini merupakan kumpulan dari khotbahnya atau nama lainnya kuliah umum kepada mahasiswa yang dituliskan. Seperti buku yang banyak beredar sekarang yang isinya hasil dari tweet atau status manusia di media sosial. Tentu dengan isi yang berbobot.
Dalam bagian pembuka sebelum berbicara apa itu rekayasa sosial, penulis buku mengajak kita untuk membongkar pola pikir yang salah dan mitos, kenapa? Karena hal tersebut akan menghambat rekayasa sosial.
7 kesalahan berpikir yang harus dibongkar:
*Fallacy of dramatic instance* (Pola Pikir yang menjadikan satu atau dua kasus bahkan condong kepengalaman pribadi sebagai dasar untuk menyimpulkan sesuatu)
*Fallacy of retrospective determinisme*
(pola pikir yang memanfaatkan masa lalu sebagai bentuk kepasrahan)
*Post hoc ergo propter hoc* (pola pikir dengan pola sesudah ini-karena itu oleh sebab itu)
*Fallacy of misplaced concretness*
(pola pikir yang berusaha mengkonkritkan hal yang abstrak)
*Argumentum ad verecundiam*
(berargumen dengan otoritas)
*Fallacy of composition*
(pola pikir yang meneladani seseorang untuk ke semua orang)
*Circular Reasoning*
(pola pikir yang berputar-putar)
Untuk mitos terbagi dua yaitu, mitos sosial yang menyatakan masyarakat itu statis, tidak berubah, stabil dan yang kedua mitos trauma yaitu perubahan itu menimbulkan krisis emosial dan stres mental.
Sehingga bisa di lihat dari pendapatan
penulis rekayasa sosial ada kerena adanya permasalahan sosial dan tidak menutup kemungkinan permasalahan individu akan menjadi permasalahan sosial. Sehingga harus ada pembedaan yang jelas antar permasalah sosial dengan permasalahan individu. Permasalahan sosial adalah keadaan buruk yang hanya bisa diperbaiki dengan tindakan kolektif.
Dari buku rekayasa sosial ini hanya memeberikan kerangka teoretis untuk memahami tindakan kekerasan yang diduga diilhami oleh atau dilakukan atas nama agama.
![]() |
| Foto Irawati |

Komentar
Posting Komentar