KONSEP EKONOMI MERKANTILIS

 Konsep Ekonomi Merkantilisme

Merkantilisme adalah teori ekonomi yang meyakini bahwa kemakmuran suatu negara hanya ditentukan oleh jumlah modal atau aset yang tersimpan di negara tersebut dan besarnya perdagangan internasional yang dilakukan oleh negara tersebut dimana menurut paham merkantilisme ini setiap negara yang berkeinginan maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain dan bagi penganut merkantilisme sumber kekayaan negara adalah dari perdagangan luar negri. Kemudian, uang adalah sebagai hasil surplus perdagangan yang menjadi sumber kekuasaan.

Konsep ekonomi Merkantilisme ini muncul sekitar abad ke-18 dengan membawa pandangan ekonomi terkait konsep kesejahteraan negara. Konsep pemikiran ini menganggap bahwa suatu negara yang ingin lebih maju harus menjalin kerjasama perdagangan dengan negara lain, kemudian dari perdagangan luar negeri inilah yang nantinya akan menghasilkan surplus perdagangan luar negeri dalam bentuk emas juga perak. Karena pandangannya terkait perdagangan luar negeri ini, menjadikan kelompok saudagar memiliki posisi penting di masyarakat. Selain itu, kaum Merkantilisme ini juga berpendapat bahwa kekayaan itu berpatokan atau dapat dilihat dari kepemilikan logam mulia seperti emas serta kekuatan militer suatu negara. Sedangkan apabila suatu negara tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku untuk kehidupan sehari-harinya, maka negara tersebut haruslah memiliki negara jajahan (kolonialisasi) untuk pemenuhannya.

Tokoh-tokoh Pemikir Paham Merkantilisme

1. Jean Bodin (1530-1596)Pendapat Jean Bodin mengenai teori uang dan harga, yang setengah abad kemudian oleh Irving Fisher dijadikan dasar teorinya terkait Teori Kuantitas Uang, ialah bahwa “bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri serta praktik monopoli dan pola hidup mewah dari kaum bangsawan dan raja dapat menyebabkan kenaikan harga barang-barang.” Bodin berpendapat bahwa cadangan emas yang dimiliki lebih baik disimpan, kemudian pengeluaran dilakukan seara hemat dan hati-hati agar Inflasi dapat terkendali.

2. Thomas Mun (1571-1641)

Thomas Mun (1571-1641) Thomas Mun merupakan seorang saudagar yang berasal dari Inggris yang banyak menulis terkait permasalahan perdagangan luar negeri. Mun dilahirkan di London, Inggris. Pada abad ke-17 Mun tergabung dalam kelompok ekonomi pedagang Inggris. Beberapa karya Mun yang tersohor ialah: 

(1) A Discourse of Trade, From England unto The East-Indies (1621) dan

(2) England’s Treasure by Foreign Trade or, The Balance of Our Foreign Trade is the Rule of Our Treasure (1664), yang membahas terkait manfaat perdagangan luar negeri. Beberapa pendapat yang dikeluarkan Mun ialah terkait kebijakan harga, kebijakan barang, dan kebijakan pajak nasional

3. Jean Baptiste Colbert (1619-1683) 

Colbert berpendapat bahwa hanya konstitusi dari sebuah harta perang yang penting yang dapat menjaga kekayaan nasional, juga kemampuan untuk menakuti dan mendominasi sebuah negara melalui kekuatan militernya.8 Colbert juga membuat sebuah kebijakan yang orientasinya lebih mengarah pada kekuasaan dan kejayaan negara bukan untuk memperkaya orang-perorangan.

4. Sir William Petty (1623-1687) Teorinya banyak membahas mengenai ekonomi dan metode aritmatika politik, dan kaitannya dengan filosofi “laissezfaire” dalam relevansinya terkaitaktivitas pemerintah. William Petty mempunyai banyak karya yang membahas ekonomi politik, beberapa karyanya terkait ekonomi yaitu Treatise of Taxes and Contributions, Verbum Sapienti dan Quantopingcunque mengenai uang, semua karanya tersebut disusun dengan begitu ringkas. Karya ini menjadi terkenal pada tahun 1690-an, spesifikna mengenai pemikiran-pemikirannya terkait kontribusi fiskal, kekayaan nasional, jumlah uang beredar dan kecepatan perputaran uang, nilai, tingkat suku bunga, perdagangan internasional dan investasi pemerintah. William Petty menganggap bahwa tenaga kerja (labor) itu jauh lebih penting jika dibandingkan dengan sumber daya tanah (alam).

Foto Zul Asfiani Raihan
 
Penulis : Zul Asfiani Raihan Mahasiswi Jurusan Ekonomi Islam Angkatan 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS