Dalam Rangka Upaya Peningkatan Kesadaran Visi Indonesia Emas 2045, HMJ-EI Gelar Seminar Nasional
Pada tanggal 4 Juni 2024, di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) UIN Alauddin Makassar, digelar Seminar Nasional yang mengangkat tema "Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045: Generasi muda harus apa?". Acara ini menjadi wadah diskusi penting untuk membahas langkah-langkah transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola yang diperlukan guna mewujudkan visi Indonesia sebagai negara emas dengan pendapatan per kapita setara dengan negara maju.
Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ-EI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) UIN Alauddin Makassar menjadi penyelenggara seminar ini, menegaskan urgensi peran generasi muda dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa aktif jurusan Ekonomi Islam dan mahasiswa dari berbagai jurusan lainnya, dengan kehadiran tiga pembicara hebat yakni Quraisy Mathar, S.Sos selaku Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Jumardi Ketua DEMA UIN Alauddin Makassar periode 2023, dan Asrullah yang merupakan Ketua PP LIMDI Periode 2022-2024, turut memberikan wawasan dalam seminar ini. Quraisy Mathar menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan analisis masalah dalam masyarakat sebagai instrumen menuju generasi emas 2045, dengan menekankan peran sistem pendidikan dalam mencetak generasi emas.
"Saat ini, fokus utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045 adalah pada ranah pendidikan yang seharusnya menjadi peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan yang didapat dari literasi namun, data menunjukkan tingkat literasi saat ini sangat rendah. Sebagai generasi muda yang perlu ditingkatkan adalah minat literasinya. karena pada faktanya negara-negara maju pun memiliki minat literasi tinggi sehingga dengan literasi bisa membentuk generasi emas di masa yang akan datang," ungkap Quraisy Mathar.
Asrullah menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 adalah tanggung jawab bersama anak bangsa. "Pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci utama. Kita perlu mengembangkan dan membangun sumber daya manusia..." ujar Asrullah.
Jumardi yang juga merupakan bagian dari generasi muda mengungkapkan keresahannya terhadap realitas sosial yang terjadi saat ini.
"Saya sebenarnya agak resah, saya liat generasi kami ini betul betul erat kaitannya dengan tekhnology, yah ada baiknya, namun yang membuat saya resah adalah kepedulian sosial generasi muda saat ini menurut saya sangat kurang. Kita cenderung sulit membaca realitas sosial yang ada" ungkap jumardi pada saat memaparkan hasil analisisnya.
Seminar ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menciptakan terobosan baru sebagai strategi dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan kolaborasi, semangat, dan inovasi, generasi muda diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara emas pada tahun 2045.
Komentar
Posting Komentar