Dinamika Kelompok
PENDAHULUAN
Organisasi merupakan suatu badan atapun wadah untuk pengembangan diri khususnya di lingkungan mahasiswa masi sangat popular hingga saat ini. Salah satunya memahami dinamika kelompok dalam menyelesaikan suatu problematika dalam lingkungan kelompok. Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menjadi salah satu pilihan yang menarik di kalangan mahasiswa yang ingin mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan intelektual melalui partisipasi dalam organisasi. Organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari hal-hal mendasar yang penting untuk menghadapi tantangan dunia setelah lulus kuliah diharapkan dapat beradaptasi dengan kelompok yang baru. Melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan mahasiswa juga dapat belajar untuk saling bekerjasama sebagai tim dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. Mahasiswa belajar berkompetisi dengan menghormati dan mentaati mekanisme organisasi, belajar untuk melakukan problem solving dengan berbagai tantangan yang ada. Melalui kegiatan yang dilakukan dalam sebuah kegiatan organisasi sehingga dipandang penting untuk membangun pemahaman mengenai dinamika kelompok.
PEMBAHASAAN
Dinamika kelompok atau group dynamic, muncul di Jerman pada menjelang tahun 1940-an, diilhami oleh teori kekuatan medan yang terjadi di dalam sebuah kelompok, akibat dari proses interaksi antar anggota kelompok. Teori ini dikembangkan oleh ahli-ahli psikologi Jerman penganut aliran gestalt psycology. Salah seorang tokohnya adalah Kurt Lewin yang terkenal dengan Force-Field Theory. Mereka melihat sebuah kelompok sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan sebagai kumpulan individu-individu yang terlepas satu sama lain. Kesatuan ini muncul sebagai resultan dari adanya gaya tarik menarik yang kuat diantara unsur-unsur yang terlibat di dalamnya. Unsur-unsurnya adalah manusia yang ada dalam organisasi, yang masing-masing bertindak sebagai ego, dengan gaya-gaya tertentu, sehingga terjadilah saling tarik menarik, yang akhirnya menghasilkan resultan gaya yang kemudian menjadi kekuatan kelompok. Kemampuan utama untuk mendukung penerapan teori Lewin tersebut tergantung pada seberapa baik organisasi menguatkan perilaku kelompok yang telah dipelajari dan disiapkan.
Dinamika merupakan suatu pola atau proses pertumbuhan, perubahan atau perkembangan dari suatu bidang tertentu, atau suatu sistem ikatan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi antara unsur yang satu dengan yang lain, karena adanya pertalian yang langsung diantara unsur-unsur tersebut. Pengertian dinamika ini lebih menekankan pada gerakan yang timbul dari dalam dirinya sendiri, artinya sumber geraknya berasal dari dalam kelompok itu sendiri, bukan dari luar kelompok, diilhami oleh teori kekuatan medan yang terjadi di dalam sebuah kelompok, akibat dari proses interaksi antar anggota kelompok.
Kelompok adalah suatu kumpulan yang terdiri dari dua orang atau lebih, apabila memenuhi kualifikasi yaitu keanggotaan yang jelas, adanya kesadaran kelompok, suatu perasaan mengenai adanya kesamaan tujuan atau sasaran atau gagasan, saling ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan, terjadinya interaksi dan kemampuan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu yang telah disepakati.
Dinamika Kelompok adalah suatu metoda dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara pencapaian berusaha yang disepakati bersama. Berdasarkan pada Force-Field Theory, pada tahap implementasi Lewin ada tiga tahap pembaharuan perilaku kelompok, yaitu: 1) tahap unfreezing; 2) moving, dan 3) refreezing. Pada tahap pertama, merupakan tahap menyiapkan perilaku yang dititikberatkan pada upaya meminimalkan kekuatan perlawanan dari setiap anggota kelompok. Pada tahap kedua, merupakan tahap pergerakan, dengan mengubah orang, individu maupun kelompok, tugas-tugas, struktur organisasi, dan teknologi. Pada tahap terahir, merupakan tahap penstabilan perilaku dengan upaya penguatan dampak dari perubahan, evaluasi hasil perubahan dan modifikasi-modifikasi yang bersifat konstruktif. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilaksanakan ialah adanya regulasi proses feed-back melalui optimalisasi Team Building. Tim building adalah suatu metoda yang dirancang untuk membantu kelompok-kelompok untuk dapat berperilaku secara lebih efektif dengan mengevaluasi dan meningkatkan struktur, proses, kepemimpinan, komunikasi, resolusi konflik dan kepuasan para anggota kelompok secara umum.
Pengetahuan tentang dinamika kelompok memiliki potensi untuk mengubah cara kita memandang kelompok dan peran kita di dalamnya. Ini mencakup perilaku kelompok, pengembangan kelompok, dan interaksi antara kelompok dan individu serta kelompok lain dan entitas yang lebih besar.
Namun, studi dinamika kelompok tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang penerapan praktis. Keduanya saling terkait dan penting untuk pengembangan yang lebih baik.
Dalam organisasi kemahasiswaan, contoh fundamental dinamika kelompok meliputi:
Pembagian tugas: Anggota kelompok membagi tugas berdasarkan keahlian dan minat masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.
Kolaborasi: Anggota kelompok bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan tugas mereka, memanfaatkan keahlian individu untuk mencapai hasil yang optimal
Komunikasi efektif: Komunikasi terbuka dan jujur antar anggota kelompok sangat penting untuk menghindari konflik dan memastikan pemahaman yang baik mengenai tujuan dan tanggung jawab masing-masing.
Pemecahan masalah Bersama: Kelompok bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama, memanfaatkan keahlian dan sudut pandang yang berbeda untuk mencapai pemecahan yang terbaik.
Pengambilan keputusan partisipatif: Anggota kelompok berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap hasilnya.
Kohesi kelompok: Adanya rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota kelompok, yang dapat ditingkatkan melalui kegiatan sosial, rapat rutin, dan pembentukan identitas kelompok yang kuat.
PENUTUP
Dinamika Kelompok adalah suatu metoda dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara pencapaian berusaha yang disepakati bersama.
Dinamika kelompok menjadi salah satu hal fundamental yang harus diterpkan dalam sikap berorganisasi untuk untuk menigkatkan kekuatan tim dengan menumbuhkan rasa percaya sesama anggota tim, membangun kerjasama antar anggota sehingga meningkatkan produktivitas kinerja organisasi, dapat mengatasi suatu problematika diantara anggota tim ketika dapat memahami interaksi sesamanya agar kerja organisasi lebih efektif. Dinamika kelompok yang baik dapat mendorong pertukaran ide-ide kreatif sehingga memungkinkan organisasi untuk menciptakan Solusi baru dan inovatif. Pemecahan konflik lebih efisien dilakukan dengan memahami dinamika kelompok sehingga memungkinkan suatu kelompok mengindentifikasi dan menyelesaikan konflik dengan cepat dan efektif agar meminimalkan gangguan dan mempertahankan fokus pada tujuan organisasi.
Penulis : Siti Mu'minah

Komentar
Posting Komentar