Public Speaking

Pendahuluan public speaking tidak hanya fokus pada kata-kata yang diucapkan tetapi juga bahasa tubuh atau sering disebut bahasa non verbal tidak semua hal bisa dijelaskan dengan kata-kata ada beberapa hal yang hanya bisa disampaikan dengan bahasa tubuh untuk itulah penggunaan bahasa tubuh dalam public speaking sangat diperlukan berbicara untuk meningkatkan kualitas eksistensi bukan sekedar berbicara tetapi berbicara yang menarik bernilai informasi menghibur dan berpengaruh atas dasar itu keterampilan berbicara di depan umum perlu dimiliki oleh setiap orang public speaking berperan dalam menyampaikan informasi dan teknik informasi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang dalam berbagai bidang kegiatan Pembahasan public speaker yang baik adalah yang mampu membuat pendengarnya terpengaruh, komunikasi adalah orang yang bertukar informasi , retorika adalah seni berbicara untuk mempengaruhi orang lain. seorang pembicara yang tertarik untuk membujuk atau mempengaruhi khalayak harus mempertimbangkan tiga bukti retoris tersebut yaitu logika emosi dan etika dalam teori retorika ketika berhubungan dengan persuasi retorika menjadi seni penyusunan argumen dan pembuatan naskah pidato fokus retorika mencakup segala cara manusia dalam menggunakan simbol untuk mempengaruhi lingkungan di sekitarnya dan untuk membangun dunia tempat mereka tinggal salah satu cara terbaik untuk melibatkan individu keluarga dan komunitas adalah melalui presentasi dan berbagai kisah pribadi tentang pengalaman hidup secara mendalam menggunakan kisah pribadi sangat mempengaruhi karena memberi audience bahan baru bahan yang disampaikan belum pernah didengar sebelumnya sehingga membuat audiens tertarik untuk mendengar selain itu penggunaan kisah pribadi secara alami akan mempengaruhi emosi pembicara sehingga mempengaruhi audience komunikator dalam hal ini pembicara memiliki banyak kesempatan untuk mempengaruhi audience-nya antara lain dengan story telling body language tone of office atau menggunakan isyarat visual dalam hal ini tim pengabdian masyarakat menggunakan story telling sebagai bentuk publik speaking untuk mempengaruhi audiens seni dalam berpidato di depan publik dielaborasi lebih dari 2000-an tahun oleh filsuf Yunani ariestoteles yang mengemukakan pers basic part of persuasion ketiga elemen kunci agar pembicara berhasil dalam public speaking yakni etos kredibilitas atau pembicara logos logika di balik setiap kesimpulan yang digambarkan oleh pembicara dan patos atau daya tarik emosional atau kemampuan untuk menciptakan koneksi antara pembicara dan audience-nya. Penutup public speaking merupakan kemampuan yang sebaiknya dikuasai sejak dini dalam hal ini sejak anak-anak duduk di bangku sekolah dari pengamatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan awalnya peserta masih pasif saat menerima informasi agar berani berbicara di depan publik anak-anak dibantu dengan pemahaman yang sesuai dengan usia mereka audiens dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan anak-anak sekolah dasar oleh karena itu pemahaman atau praktik public speaking disesuaikan dengan kemampuan dan pemahaman mereka hal ini agar tercapai komunikasi yang efektif pembicara mengajak public speaking dalam bentuk cerita story telling dan penghalang menggunakan bahasa tubuh keberhasilan materi ini dilihat dari kemampuan peserta menceritakan kembali kisah yang sudah disampaikan respon dan antusiasme mereka saat mendengar dan menjawab pertanyaan.
Penulis : Nurul Huda Motto : Ilmu dan bakti ku berikan, Adil dan makmur ku perjuangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS