Suara Mahasiswa Terabaikan? LK-FEBI Mundur dari Kepanitiaan PBAK
Selasa, 20 Agustus 2024, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AMFIBI) menggelar aksi demonstrasi di Lobi FEBI. Aksi ini dipicu oleh keresahan dan kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh mahasiswa, terutama mereka yang tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan FEBI (LK-FEBI). Demonstrasi tersebut berlangsung dengan damai namun sarat akan kritik dan tuntutan terhadap kebijakan fakultas yang dinilai tidak berpihak pada mahasiswa.
Ada beberapa poin pemicu terjadinya aksi, yaitu berkaitan dengan Penggarapan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus) yang mendorong terjadinya aksi demonstrasi tersebut. Yahya Nur selaku ketua DEMA-F dalam orasinya menyoroti keterlambatan SK Kepanitiaan PBAK yang menghambat jalannya Proses penggarapan kepanitiaan. “Sebelum aksi ini terjadi, beberapakali kami telah menempuh upaya litigasi. Sudah lebih dari satu minggu kami mempertanyakan SK Kepanitiaan yang tak kunjung dikeluarkan” Tegasnya.
Andi Muh. Dani selaku Ketua SEMA-F melanjutkan dengan mengangkat isu anggaran yang yang tak kunjung mendapat kepastian yang dianggap sebagai konsekuensi langsung dari tidak keluarnya SK. “Ketidakjelasan anggaran ini adalah masalah serius. Tanpa adanya kepastian dana, bagaimana kami bisa menyelenggarakan PBAK sebagaimana mestinya? Apakah pihak fakultas ingin menghentikan penggarapan PBAK dengan mengulur-ulur waktu?” Ujar ketua SEMA-F
Ketua HMJ-Sejajaran, dalam menyampaikan orasinya juga menyoroti keresahan kolektif mahasiswa terhadap kebijakan pimpinan fakultas yang dinilai tidak demokratis dan cenderung membatasi partisipasi Mahasiswa pada umumnya. hal tersebut dibuktikan dengan pembatasan pembuatan maskot dan program sesuai dengan semangat demokrasi dan identitas mahasiswa sebagai "agent of change". Bahkan, pimpinan fakultas menggunakan aparat untuk membubarkan kepanitiaan. Hal tersebut dianggap sebagai tindakan yang dianggap represif dan tidak menghargai aspirasi mahasiswa. Oleh karena beberapa keresahan tersebut, LK-FEBI (SEMA-F, DEMA-F dan keempat HMJ-Sejajaran) menuliskan surat pernyataan mundur dan tidak ingin terlibat di kepanitiaan PBAK.
Namun sayangnya, bukannya memperbaiki, pimpinan fakultas, dalam hal ini diwakili oleh wadek III justru mengaminkan tuntutan tersebut dan membiarkan LK-FEBI untuk mundur dari kepanitiaan PBAK. “Kalau mau mundur, silahkan. Saya sudah terima suratnya. Nanti kami libatkan mahasiswa meskipun diluar LK-FEBI” ungkapnya dengan nada Lantang.
Aksi itupun ditutup Oleh Jendral Lapangan dengan harapan aksi tersebut dapat menjadikan kampus peradaban menjadi kampus yang berpihak kepada mahasiswa.
Penulis : Muh. Rayyan Abiyyu
Editor : Fitriani As'Ad

Komentar
Posting Komentar