UINAM Produksi uang palsu, Mahasiswa lakukan aksi unjuk rasa cabut jabatan rektor Hamdan!
Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan aksi unjuk rasa pada hari Senin 16 Desember 2024 di depan kantor Rektor sebagai bentuk protes atas dugaan kampus UIN Alauddin dalam kasus peredaran uang palsu.
Aksi ini bermula setelah berita beredar bahwa pihak kepolisian berhasil mengungkap jaringan pengedar uang palsu dengan menangkap salah satu pelaku. Fakta mengejutkan lainnya, berdasarkan hasil penyelidikan, uang palsu itu diduga diproduksi di salah satu ruangan Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam investigasi yang dilakukan pihak kepolisian, terungkap bahwa salah satu staf UIN Alauddin diduga kuat ikut terlibat dalam peredaran uang palsu tersebut dan di temukannya alat cetak yang diduga mesin pencetak uang palsu.
"Barang bukti yang diamankan berula mesin cetak, alat potong, namun belum memiliki kejelasan mengenai meain tersebut, biar ahli saja yang menjelaskan terkait mesin tersebut" ujar Kapolres Gowa AKBP Rheonald T. Simanjuntak
Mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak kampus. Mereka meminta pihak rektorat untuk segera mengambil langkah tegas terkait keterlibatan staf UIN dalam kasus yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pihak kampus bekerja sama penuh dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa UIN Alauddin meminta pihak kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan kasus tersebut. Mereka juga mendesak agar pihak yang terbukti bersalah mendapatkan hukuman yang setimpal, tanpa pandang bulu.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung ramai dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus UIN Alauddin belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa maupun perkembangan terbaru dari kasus yang sedang ditangani pihak kepolisian.
Para mahasiswa akan terus melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

Komentar
Posting Komentar