MENOLAK ARGUMENTASI NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI ORANG YANG BUTA AKSARA



Sering saya dapati dalam diskusi saya dengan kawan-kawan dan juga beberapa referensi yang  pernah saya baca tentang Nabi Muhammad SAW adalah seseorang yang buta aksara dan argumentasi tersebut jelas memiliki konsekuensi yang sangat fatal.

Apakah mungkin seorang utusan Allah yang akhirnya dipilih menjadi Nabi memiliki kekurangan dan kita semua mengetahui bahwa seberapa pentingnya kemampuan memahami aksara. Nabi Muhammad Saw diutus menjadi Nabi pada umur 40 tahun di Gua Hira dan kita ingin menerima argumen Nabi buta aksara, seakan kita ingin mengatakan bahwa Nabi Muhammad bukan orang yang melalu seleksi dari Tuhan untuk memilih dirinya menjadi Nabi tanpa persiapan apapun dan secara kebetulan dirinya menjadi Nabi?.

Nabi adalah seseorang yang diberikan sifat Ismah dari Tuhan maka Nabi sendiri adalah orang yang ma'sum, dirinya menjadi orang yang terjaga dari segala suatu keburukan dan masih ada yang mengamini bahwa Nabi adalah orang yang buta aksara sehingga kita mengaminkan kebodohan Nabi sendiri bahwa dirinya bodoh sebab tidak tau membaca dan itu adalah hal yang sangat fatal setelah kita mengakui kesaksian Muhammad adalah utusan Tuhan.

Kita mengetahui pada sejarah Nabi yang umumnya diberikan Nabi dikenal sebagai orang yang pandai berdagang, cakap berperang, berbudi luruh, dan menjadi pemimpin dan masih saja ada yang mengaminkan Nabi Muhammad adalah orang yang buta aksara? Bagaimana sekiranya Nabi dalam menghadapi perjanjian dagang dalam perdagangan? Apakah nabi langsung menerima secara cuma-cuma tanpa mengetahui isi perjanjian? Bagaimana lagi dengan perjanjian perang? Apakah Nabi secara langsung menerima isi perjanjian perang tersebut tanpa membacanya terdahulu? Bagaimana dengan perjanjian negara? Yang mana hal-hal tersebut berisikan banyak hal krusial yang tidak mungkin tidak dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sebelum disepakati dan lihatlah bagaimana efek turun dari argumen bahwa Nabi adalah seorang yang buta aksara, sangat-sangat fatal.

Maka darinya tulisan ini menjadi kritikan keras pada argumentasi yang berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang buta aksara sebab Muhammad menjadi Nabi bukan kebetulan dirinya telah melalui seleksi dari Tuhan dan tidak mungkin ada kecacatan pada dirinya terlebih soal kepengetahuan Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Muhammad Fadhilkholilah Kahfi, mahasiswa Ekonomi Islam, Angkatan 23

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ORGANISASI MAHASISWA: TEMPAT BELAJAR ATAU TEMPAT KABUR BELAJAR?

Tolak Penjualan Buku Oleh Dosen, Aksi Kampanye LK FEBI

MENEROPONG PENDIDIKAN MAINSTREAM UINAM MELALUI PENDIDIKAN KRITIS